Rans Nusantara FC menelan dua kekalahan telak secara beruntun.
Setelah dihajar Persis Solo 1-6, tim promosi itu kembali dihajar Persita Tangerang, 1-4 dalam lanjutan pekan ke-14 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (14/12/2022).
Kursi Rahmad Darmawan sebagai pelatih pun mulai digoyang.
Apalagi Rans Nusantara FC saat ini masih terjermbab di zona degradasi atau atau posisi ke-16 dengan 11 angka.
Rahmad Darmawan, atau yang biasa dikenal RD, mengatakan dirinya bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.
"Ini kekalahan yang harus saya tanggung dan saya siap bertanggung jawab," ujar RD, dikutip dari situs resmi Liga Indonesia, Rabu (14/12/2022).
Tercatat pada empat pertandingan terakhir mereka, Rans tercatat hanya mampu bermain imbang menghadapi Persikabo 1973 dan Dewa United, serta takluk dari Persis Solo dan Persita Tangerang.
Selain itu, pelatih asal Lampung itu menjelaskan Persita memang tampil lebih baik ketimbang timnya sehingga ia menerima kekalahan telak timnya.
"Persita bermain jauh lebih baik dari kita mereka lebih cepat, lebih kuat juga dan mereka pantas memenangkan pertandingan," sambung dia.
Baca Juga: IBL 2023 Digelar di 8 Kota, Dimulai dari Denpasar pada 14 Januari
Lebih lanjut, RD menjelaskan penampilan anak asuhnya sebenarnya tidak terlalu buruk, hanya saja sejak babak pertama mereka gagal mengembangkan permainan karena tekanan tinggi Perista.
Meski gagal mengamankan poin, mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut mengatakan tetap mengapresiasi kerja keras dari anak asuhnya yang telah tampil habis-habisan sepanjang pertandingan.
"Secara keseluruhan pertandingan kurang baik untuk kami terutama di babak pertama. Ada satu pressure tinggi dari pemain-pemain Persita. Babak kedua kita berhasil keluar dari tekanan dan menciptakan beberapa peluang," ucap RD.
"Apresiasi penampilan pemain yang sudah berjuang maksimal. Saya tahu mereka sudah maksimal," tegasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel