/
Selasa, 27 Desember 2022 | 18:50 WIB
Thailand, Teerasil Dangda (Foto: affmitsubishielectriccup.com)

Striker gaek Teerasil Dangda menjadi pemain yang wajib diwaspadai lini belakang tim Merah Putih jelang pertandingan Indonesia vs Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, 29 Desember 2022.

Teerasil ialah pemain yang paling sering bobol gawang Timnas Indonesia. Pemain berusia 34 tahun itu tercatat telah merobek gawang Timnas Indonesia sebanyak lima kali. 

Teerasil cetak gol pertamanya ke gawang Timnas Indonesia di Piala AFF 2008. Saat itu kedua tim bertemu di babak semifinal Piala AFF 2008. 

Pada semifinal leg pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, 16 Desember 2008, Teerasil bobol gawang Indonesia yang saat itu dikawal oleh Markus Horison pada menit ke-6. 

8 tahun kemudian tepatnya di Piala AFF 2016, Teerasil kembali mengamuk ke gawang Timnas Indonesia. 

Saat itu, Timnas Indonesia satu grup dengan Thailand di grup A. Pada pertandingan babak fase grup, Indonesia dipecundangi Thailand 2-4. 

Teerasil saat itu cetak hat-trick ke gawang Indonesia yang dikawal oleh Kurnia Meiga. Kedua tim kembali bertemu di babak final Piala AFF 2016. 

Teerasil kembali jadi momok. Pada final leg pertama Piala AFF 2016, Teerasil cetak satu gol ke gawang Kurnia Meiga di Stadion Pakansari. 

Profil Teerasil Dangda

Teerasil Dangda saat di Manchester City. (sumber: 77kaoded.com)

Teerasil Dangda ialah striker kawakan di sepak bola Thailand. Ia kelahiran Bangkok, 6 Juni 1988. Karier sepak bola Teerasil dimulai saat bermain di akademi Assumption College Thonburi.

Baca Juga: Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: The War Elephants Terlalu Sakti untuk Tim Garuda

Saat itu usia Teerasil masih 15 tahun. Musim 2004-05, Teerasil kemudian bergabung ke Air Technical Training School. 

Di klub ini, Teerasil hanya melakoni 6 pertandingan dan mencetak 3 gol. Pada 2007, Teerasil kemudian pindah ke salah satu klub besar Thailand, Muangthong United. 

Di MU, Teerasil mencetak 7 gol dari 15 pertandingan. Karier Teerasil kemudian jadi sorotan saat itu direkrut oleh raksasa Liga Inggris, Manchester City pada 2007-08. 

Kedatangan Teerasil ke Manchester City saat itu tak lepas dari peran Thaksin Shinawatra yang menjadi pemilik baru klub. 

Akan tetapi Teerasil tak pernah debut bersama Manchester City. Hal itu lantaran ia bermasalah dengan izi kerja. 

Ia pun kemudian dipinjamkan City ke klub Swiss, Grasshopper II. Di sana, Teerasil cetak 2 gol dari 6 pertandingan. 

Teerasil kembali mencoba peruntungan di Eropa saat bermain di klub Spanyol, Almeria. Di Almeria, Teerasil hanya bermain 6 pertandingan tanpa mampu mencetak gol. 

Pada 2020, Teerasil sempat bermain di klub Liga Jepang bersama Shimizu S-Pulse. Teerasil cetak 3 gol dari 24 pertandingan. 

Saat ini, Teerasil menjadi salah satu pemain paling senior di Thailand. Ia tercatat telah mencetak 58 gold ari 118 caps. 

Load More