Caranya, para pemain sayap itu menarik perhatian lawan, berusaha menciptakan ruang kosong di posisi sayap yang bisa mereka manfaatkan untuk melepaskan umpan crossing di area penalti.
Polking kerap menempatkan seorang gelandang di posisi berbeda dan biasanya pemain yang melakukan itu adalah Theerathon Bunmathan.
Ia kerap berada di posisi berbeda saat skema serangan Thailand diterapkan. Pola seperti ini ampuh berjalan karena posisi pemain Thailand tidak terlalu jauh, biasanya hanya berjarak 20 meter satu sama lain.
Pergerakan gelandang tengah dan bertahan Thailand di antar lini kerap membuat pemain tengah lawan kebingungan. Pada posisi ini, akibatnya pemain lawan akan membuka ruang vertikal untuk membuat pemain sayap Thailand maju ke depan.
Pada pertandingan melawan Filipina di Piala AFF 2022, skema ini berjalan mulus. Tekanan di lakukan Thailand dengan orientasi tidak langsung menekan ke jantung pertahanan. Menciptakan ruang kosong dan mencari posisi striker yang selalu bergerak di area penalti lawan.
Yang juga menjadi perhatian ialah bagaimana transisi pemain Thailand dari menyerang dan bertahan. Transisi cepat selalu mereka ciptakan saat pemain lawan mencoba untuk menekan.
Fokusnya pemain Thailand selalu kepada bola tidak kepada pemain lawan. Sebisa mungkin, mereka akan selalu mencegah bola mengalir lebih jauh dengan mematahkan di lini tengah.
Polking meski usung pola permainan lama namun bisa menerapkan gaya itu secara proposional di Thailand.
Baca Juga: Ribuan Suporter Timnas Indonesia Siap Padati SUGBK Sore Ini
Berita Terkait
-
Berikut Pemain Thailand Pencetak Gol Terbanyak ke Gawang Timnas Indonesia
-
Piala AFF 2022: Hei Timnas Indonesia, Waspada dengan 3 Pemain Thailand Ini Jika Tak Mau Keok!
-
Pemain Berdarah Indonesia yang Bela Negara Lain di Piala AFF 2022, Ada yang dari Jawa Timur
-
Piala AFF 2022 Indonesia vs Thailand: Skuat Garuda Hanya Butuh Seri untuk Lolos ke 4 Besar
-
Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Dengar! Jordi Amat Peringatkan Hati-hati dengan Skuad Thailand karena Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan