Mantan pemain Piala Dunia, Paul James kini hidup mengenaskan. James yang membela tim nasional Kanada di Piala Dunia 1986 sekarang hidup menggelandang di jalan.
Cerita kehidupan mantan pemain Piala Dunia, Paul James ini memang sangat mengenaskan. Bagaimana tidak, sebelum hidup miris seperti sekarang, James yang lahir di Cardiff merupakan salah satu pemain terbaik Kanada.
Pemain berposisi sebagai gelandang itu tercatat telah memiliki 46 penampilan bersama Kanada. Selain mengantarkan Kanada untuk pertama kali tampil di Piala Dunia, James juga menjadi bagian saat Kanada bertanding di ajang Olimpiade 1984.
Nama Paul James bahkan terukir di Hall of Fame tim sepak bola Kanada. James mengawali karier sepak bolanya di Wilfrid Laurier Golden Hawks. Setelah itu ia melanjutkan karier sebagai pemain profesinal di sejumlah klub Liga Kanada.
Usai gelaran Piala Dunia 1986 Meksiko, karier James masih baik-baik saja hingga akhirnya ia tersandung skandal suap di sebuah turnamen yang berlangsung di Singapura.
James saat itu dituding menerima suap sebesar 10ribu dolar Amerika Serikat. Setelah itu, kehidupan James hancur total.
Sempat melatih sejumlah tim termasuk tim U-20 Kanada, James kemudian hidup menganggur selama 13 tahun dan hidup menggelandang di jalan.
Melansir dari Daily Star, saat pandemi Covid, James kembali ke Inggris. Namun di sana ia menghadapi diskrimiinasi sebagai orang Kanada. Apalagi, James juga sempat menjadi pecandu kokain.
James mengaku bahwa ia menggunakan kokain pada 1993 usai pensiun sebagai pesepak bola dan sejak saat itu itu dirinya menjadi pencandu.
Baca Juga: Juara Piala Dunia 2022, Rumah Lionel Messi Tak Boleh Dilintasi Pesawat? Begini Faktanya
Untuk bisa bertahan hidup di Inggris, James mengaku tidak mau mengemis, ia hanya mengandalkan bantuan dari donasi yang coba dibukanya.
Saat ini James berharap bisa kembali ke Kanada setelah alami hidup yang berat di Inggris. Ia dikabarkan telah mengirim pesan kepada PM Kanada, Justin Trudeu dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Berita Terkait
-
Emiliano Martinez Beli Anjing Belgian Malinois untuk Jaga Medali Piala Dunia 2022
-
Paus Benediktus XVI dan Kecintaannya pada Sepak Bola, Momen Lucu Saat Jumpa Pele
-
Carlo Ancelotti Tak Akui Lionel Messi Sebagai GOAT
-
Enzo Fernandez Sepakat Gabung Chelsea, Manchester United Gigit Jari
-
Enggan Tanggapi Olok-olok Emiliano Martinez, Kylian Mbappe: Hal Sepele, Saya Tak Mau Buang Energi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?