/
Senin, 02 Januari 2023 | 12:08 WIB
Bus Thailand diserang saat akan datang ke SUGBK (twitter.com/TL_Central)

Asisten pelatih timnas Thailand, Luis Viegas mengaku sangat geram dengan kejadian yang dialami skuat tim Gajah Perang saat lakoni pertandingan Piala AFF 2022 melawan Timnas Indoensia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 29 Desember 2022. 

Seperti diketahui jelang pertandingan melawan Timnas Indonesia, bus yang membawa ofisial dan pemain Thailand mendapat serangan dari suporter saat akan memasuki SUGBK. 

Luis Viegas mengaku tak habis pikir hal seperti itu masih terjadi di sepak bola. Viegas pun kemudian mengingat lagi cerita dari Abel Camara, striker Arema saat pecah tragedi Kanjuruhan. 

"Saya tidak bisa membayangkan hal-hal yang ia ceritakan saat banyak orang mati di sisinya," ungkap Viegas seperti dilansir dari Tribuna. 

Viegas pun menceritakan detik-detik saat para pemain keluar dari hotel menuju ke SUGBK. Viegas menyebut ada keanehan yang dirasakannya saat itu. 

"Ada sebuah keanehan sebelum kami berangkat menuju ke stadion. Biasanya perjalanan hanya menempuh waktu 10 menit untuk sampai ke sana. Tapi kami terhambat 45 menit karena ada gerombolan suporter menghadang kami,"

"Banyak pemuda yang menutupi wajah dan mata mereka, lalu mengulurkan jari tengah ke arah kami. Jelas aku terganggu," kata Viegas. 

Saat berada di kerumunan suporter tersebut, Viegas mengatakan tiba-tiba laju bus sempat terhenti. Ia memperkirakan sekitar dua menit bus tak bergerak. 

"Tiba-tiba bus berhenti dan mereka mulai menyerang. Saya berada di depan bus, saya berada di area yang paling banyak terdapat supoter di luar. Lalu kaca jendela pecah dan mereka mencoba masuk lewat pintu sopir,"

Baca Juga: Bikin Geram! Aksi Kampungan Pelaku Penyerangan Bus Thailand: Perilaku Bodoh yang Memalukan

Apa yang dialaminya membuat Viegas percaya cerita-cerita mencekam dari Abel Camara kepada dirinya. Lebih jauh ia pun mempertanyakan apakah Indonesia masih layak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 usai tragedi Kanjuruhan dan insiden bus Thailand. 

"Mereka (Indonesia) takut diekspos karena perbuatan seperti ini tak dapat diterima di abad XXI," kata Viegas. 

Load More