Suara.com - Salah satu rempah-rempah yang banyak ditemui di Asia, termasuk Indonesia adalah kayu manis. Tidak hanya bermanfaat untuk bumbu masakan, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan. Apa saja? Berikut penjelasannya seperti dilansir Zeenews.com:
1. Menurunkan kolesterol
Penelitian menunjukkan bahwa hanya setengah sendok teh kayu manis per hari dapat menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat).
2. Mengendalikan gula darah
Beberapa penelitian menunjukkan, bahwa kayu manis memiliki efek regulasi pada gula darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
3. Mengatasi infeksi jamur
Kayu manis menunjukkan kemampuan luar biasa untuk menghentikan infeksi jamur.
4. Menghambat pertumbuhan sel abnormal
Dalam studi yang dipublikasikan oleh peneliti di Departemen Pertanian AS di Maryland, kayu manis dapat mengurangi proliferasi sel kanker leukemia dan kanker limfoma. Proliferasi sel adalah pertumbuhan dan pertambahan sel yang sangat cepat.
5. Anti-pembekuan darah
Kayu manis juga terbukti memiliki efek anti-pembekuan pada darah.
6. Mengatasi arthritis (nyeri sendi)
Sebuah studi di Universitas Kopenhagen menunjukkan, pasien yang diberi setengah sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dengan satu sendok makan madu setiap pagi sebelum sarapan, dapat membantu mengatasi nyeri arthritis (radang sendi) setelah satu minggu mengonsumsi rempah-rempah tersebut. Dan bisa berjalan tanpa rasa sakit dalam waktu satu bulan.
7. Pengawet alami
Bila ditambahkan ke makanan, kayu manis dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan pembusukan makanan. Fakta ini menunjukkan, bahwa kayu manis dapat dijadikan pengawet makanan alami.
8. Meningkatkan memori (daya ingat)
Sebuah studi menemukan bahwa kayu manis bias meningkatkan fungsi kognitif dan memori. Para peneliti di Kansas State University menemukan bahwa kayu manis mampu melawan bakteri E. coli dalam jus yang tidak dipasteurisasi.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Kisah Pria Kena Kanker Hati Stadium 4, Gejala Awal Dikira Masuk Angin
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Biar Nggak Mubazir, Ayah Vidi Aldiano Ungkap Bakal Bagikan Baju Almarhum Putranya
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai