Health / Konsultasi
Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB
Ilustrasi susu. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Perayaan World Milk Day 2026 menyoroti peran penting peternak sapi perah dalam menyediakan nutrisi berkualitas bagi masyarakat.
  • Peternak menerapkan praktik modern dan berkelanjutan melalui pendampingan Frisian Flag untuk meningkatkan produktivitas susu segar nasional secara signifikan.
  • Pakar IPB menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak dalam menjaga rantai produksi susu agar tetap higienis serta bernutrisi tinggi.

Suara.com - Perayaan World Milk Day 2026 tak hanya menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya konsumsi susu bagi kesehatan, tetapi juga untuk menyoroti peran para peternak sapi perah yang berada di balik setiap tetes susu yang dikonsumsi masyarakat.

Kualitas susu yang sampai ke tangan konsumen berawal dari sektor hulu, yakni peternakan. Karena itu, peningkatan kualitas dan produktivitas susu segar nasional dinilai tidak bisa dilepaskan dari upaya peternak dalam menerapkan praktik peternakan yang baik dan berkelanjutan.

Salah satu sosok yang merasakan langsung perjalanan tersebut adalah Rumini, peternak sapi perah perempuan yang tergabung dalam program Young Progressive Farmers Academy (YPFA). Menurutnya, menghasilkan susu berkualitas membutuhkan proses belajar yang terus-menerus, mulai dari perawatan ternak hingga pengelolaan peternakan yang lebih modern.

"Saya bangga menjadi peternak perempuan yang bisa berkontribusi dalam perjalanan menghadirkan nutrisi bagi generasi dan keluarga Indonesia. Kami para peternak terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segar melalui praktik peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan," ujar Rumini.

Ia menambahkan, pendampingan dan penguatan kapasitas peternak menjadi penting agar sektor peternakan sapi perah nasional semakin berkembang.

"Didampingi Frisian Flag Indonesia, kami terus membangun diri menjadi peternak sapi perah yang lebih baik, mampu mengelola peternakan secara berkelanjutan, agar dapat turut berkontribusi bagi kemajuan industri susu segar nasional dan masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat," lanjutnya.

Perayaan World Milk Day 2026. (Dok. Ist)

Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, yang menegaskan bahwa kualitas susu yang dinikmati masyarakat merupakan hasil dari rantai produksi yang panjang, dimulai dari peternakan hingga pengolahan modern di pabrik.

"Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat, terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi. Teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu, sekaligus membuat produk susu lebih aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai daerah," jelas Prof. Epi.

Menurutnya, penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan ekosistem yang terintegrasi melalui kolaborasi antara peternak, industri, akademisi, dan pemerintah agar kualitas susu tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Baca Juga: Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Komitmen untuk memperkuat ekosistem tersebut juga menjadi bagian dari peringatan World Milk Day yang dilakukan Frisian Flag Indonesia (FFI) tahun ini. Marketing Director FFI, Intan Ayu Kartika, mengatakan bahwa upaya membangun generasi yang lebih sehat perlu dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari, termasuk konsumsi susu.

"World Milk Day selalu menjadi momentum penting bagi kami untuk kembali mengajak keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat, penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, termasuk minum susu," pungkas Intan.

Load More