Suara.com - Tahukah Anda bahwa makanan yang dikonsumsi dapat meningkatkan tingkat energi dan menenangkan suasana hati.
Sebelum melaksanakan ujian, presentasi atau pertemuan penting, terkadang kita mengunyah permen atau sepotong biskuit untuk menenangkan diri.
Namun, kadang-kadang junk food yang mengandung kadar gula tinggi itu tidak bisa membantu memperbaiki suasana hati.
Lantas makanan seperti apa yang bisa membantu memperbaiki suasana hati? Ahli nutrisi dari Inggris, Sally Wisbey memberikan rekomendasi mengganti sejumlah makanan populer dengan makanan alternatif, seperti dilansir Female First.
1. Ganti makanan yang mengandung tepung putih halus
Makanan yang mengandung tepung putih halus seperti roti, pasta, nasi dan kentang sebaiknya diganti dengan makanan yang mengandung tepung gandum dan ubi jalar, karena memberikan sistem pencernaan Anda lebih banyak serat. Selain itu, jenis makanan ini juga dapat menjaga kebersihan sistem pencernaan Anda secara teratur. Di samping itu, makanan berbahan baku ini dapat menjaga suasana hati.
2. Ganti minuman berkafein
Minuman berkafein seperti kopi, minuman bersoda, karena mungkin dapat membuat Anda lekas marah. Jadi, sebaiknya, coba mengonsumsi teh herbal seperti chamomile, karena teh ini merupakan minuman yang enak dan menenangkan.
3. Ubah diet berat karbohidrat
Tambah kandungan protein dalam makanan Anda seperti ikan, ayam, kalkun, daging atau telur. Protein bermanfaat untuk mempertahankan massa otot dan pertumbuhan tulang. Zat ini juga diperlukan untuk menghasilkan asam amino dan berperan memproduksi neurotransmitter di otak.
Berita Terkait
-
6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan
-
Kepala BPOM Pastikan Susu Formula Nestl yang Terkontaminasi Bakteri Tidak Beredar di Indonesia
-
Rahasia Otak Tajam: 6 Makanan Penambah Daya Ingat Berdasarkan Jurnal Medis
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?