Suara.com - Makan satu porsi penuh saat hari raya bisa menimbulkan efek negatif terlebih bila makanannya mengandung kalori tinggi.
"Biasanya pada hari Lebaran akan ada acara kunjungan keluarga dan pasti dijamu. Kalau ada banyak tempat yang dikunjungi, berarti akan banyak makanan yang disantap," kata Pakar Gizi Universitas Indonesia Dr dr Inge Permadi MS SpGK.
Oleh karena itu, lanjut dia, sebaiknya diperhitungkan jumlah tempat yang akan dikunjungi dan jumlah porsi yang akan dimakan di setiap tempat.
Sebaiknya makanan yang disantap di setiap tempat maksimal lebih sedikit dari porsi makan biasa.
"Kalau bisa mengambil sendiri makanannya akan lebih baik, jangan terlalu banyak, karena mungkin di tempat selanjutnya juga akan makan lagi. Yang penting juga, jangan makan sampai kenyang," imbuh Inge.
Tak hanya itu, ia juga menyarankan, sebaiknya pilih makanan yang benar-benar diinginkan. Jadi, makanan yang tidak terlalu diinginkan, tidak perlu dimakan.
Inge mengatakan merupakan hal yang penting untuk memahami bahwa makanan yang dihidangkan saat Idul Fitri adalah hidangan yang juga bisa disantap di hari lain.
"Jadi kalau waktu Lebaran makannya tidak berlebihan ya tidak apa-apa. Yang penting sadar diri saja," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga