Bri / News
Rabu, 15 Juli 2026 | 20:37 WIB
UMKM Biru Tsabita didukung BRI [BRI]
Baca 10 detik
  • Mutoharoh mendirikan usaha kerajinan Biru Tsabita di Pemalang pada 2019 untuk mengatasi keterbatasan finansial keluarga yang mendesak.
  • Bisnis tas dan dompet ini telah menembus pasar nasional hingga Malaysia serta menyerap 33 tenaga kerja lokal.
  • Keberhasilan Biru Tsabita didukung oleh program pembinaan Rumah BUMN BRI serta penerapan teknologi pembayaran digital yang efektif.

Suara.com - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sukses membuktikan bahwa keterbatasan finansial dapat menjadi batu loncatan menuju kemandirian ekonomi.

Mengusung nama Biru Tsabita, bisnis kerajinan tas dan dompet wanita ini kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal yang mampu menyerap puluhan tenaga kerja di wilayahnya.

Mutoharoh, pemilik usaha Biru Tsabita, mengungkapkan bahwa bisnis ini lahir dari situasi mendesak untuk menopang kebutuhan finansial rumah tangga yang saat itu sedang terhimpit persoalan ekonomi.

“Saat itu kami terjebak dalam utang yang cukup besar, sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang,” urai Mutoharoh saat menceritakan kilas balik perjalanan usahanya.

Sejak resmi didirikan pada tahun 2019, Biru Tsabita secara konsisten memproduksi aneka tas dan dompet wanita untuk menyasar segmen pasar yang terus tumbuh.

Dari beragam varian produk yang ditawarkan, dompet wanita menjadi salah satu komoditas yang paling diminati oleh para pelanggan.

Pemasaran produk tidak hanya mengandalkan penjualan langsung, melainkan dikembangkan melalui ekosistem marketplace serta jaringan kemitraan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, produk kerajinan asal Pemalang ini telah berhasil merambah pasar ekspor hingga ke Malaysia.

Selain menyediakan produk siap pakai (ready-to-wear), Biru Tsabita juga membuka layanan pembuatan tas dan dompet kustom (custom-made) demi memenuhi spesifikasi khusus dan preferensi personal dari para pembeli.

Baca Juga: Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tak Menurun usai Kebijakan Potongan Aplikator 8 Persen

Perkembangan skala bisnis Biru Tsabita tidak lepas dari peran pendampingan eksternal. Mutoharoh menjelaskan bahwa kualitas produk dan manajemen bisnisnya kian terasah setelah bergabung dalam program pembinaan di Rumah BUMN yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Hingga saat ini, perkembangan usaha tersebut telah mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi 33 warga sekitar yang bertindak sebagai tenaga kerja di bagian produksi dan operasional.

“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” jelas Mutoharoh mengenai dampak program pendampingan yang diterimanya.

Guna memperlancar transaksi operasional harian dan memperluas akses pembayaran bagi pelanggan, Mutoharoh juga telah mengadopsi teknologi pembayaran digital seperti aplikasi BRImo serta sistem QRIS BRI.

Langkah digitalisasi ini dinilai krusial untuk menunjang rencana jangka panjang perusahaan dalam memperkokoh kehadiran mereka di pasar digital (marketplace) dan memperluas jaringan kemitraan nasional.

Menanggapi pencapaian tersebut, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa dinamika perkembangan Biru Tsabita merupakan representasi nyata bagaimana komitmen dan kemauan untuk belajar dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang usaha yang produktif.

“Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang terus berkembang dan memberi penghidupan. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” pungkas Dhanny.

Load More