- Komisi XII DPR RI mendesak PT Freeport Indonesia memperluas kontribusi pembangunan di seluruh wilayah Papua, termasuk provinsi pemekaran baru.
- Pemerintah akan memperpanjang izin usaha PT Freeport Indonesia hingga 2061 dengan syarat divestasi saham tambahan sebesar 12 persen.
- PT Freeport Indonesia diminta meningkatkan program CSR serta memperbaiki pengelolaan dampak lingkungan agar masyarakat Papua lebih sejahtera.
Suara.com - Momentum perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) diharapkan menjadi babak baru bagi kesejahteraan bumi cenderawasih.
Anggota DPR RI daerah pemilihan Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, mendesak agar kontribusi Freeport tidak hanya terfokus di sekitar wilayah operasional, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Papua, terutama di provinsi-provinsi pemekaran baru.
Desakan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama PT Freeport Indonesia di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Sebagai informasi, pemerintah berkomitmen memperpanjang IUPK Freeport hingga cadangan tambang habis pada tahun 2061. Sebagai salah satu syarat perpanjangan tersebut, Freeport wajib melakukan divestasi saham tambahan sebesar 12% kepada Pemerintah Republik Indonesia yang dijadwalkan terealisasi pada tahun 2041.
Dengan divestasi ini, kepemilikan saham Freeport-McMoRan (FCX) di PTFI akan turun dari 48,76% menjadi sekitar 37% mulai tahun 2042.
Arif mengapresiasi kontribusi besar yang telah diberikan Freeport bagi pembangunan Papua sejauh ini.
Namun, ia menekankan bahwa momentum divestasi dan perpanjangan IUPK kali ini harus memberikan dampak yang jauh lebih signifikan bagi kemajuan masyarakat di Mimika secara khusus, dan Papua Tengah secara umum.
Arif menilai, kontribusi yang berjalan selama ini masih menyisakan ruang evaluasi yang besar, terutama terkait kesejahteraan langsung masyarakat dan isu lingkungan.
"Apa yang menjadi kenyataan di Papua hari ini, sumbangsih Freeport dirasa belum membawa hasil yang memuaskan bagi masyarakat luas. Di sisi lain, isu dampak lingkungan masih terus menjadi perhatian dan keluhan di tengah masyarakat," ujar Arif.
Baca Juga: 32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud
Secara khusus, Arif meminta PT Freeport Indonesia memperluas jangkauan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) ke wilayah Daerah Otonom Baru (DOB), salah satunya Provinsi Papua Pegunungan.
Sebagai provinsi muda dengan keterbatasan fiskal, Papua Pegunungan sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memacu pertumbuhan daerah dan meningkatkan kualitas hidup warganya.
Ia pun menyambut baik rencana PT Freeport Indonesia yang ingin membangun fasilitas publik vital di sana.
"Saya sangat mendukung rencana PT Freeport Indonesia untuk membangun rumah sakit atau universitas di Provinsi Papua Pegunungan. Niat baik ini harus segera direalisasikan karena sangat menyentuh kebutuhan mendasar rakyat," tegas legislator asal Papua Pegunungan tersebut.
"Ini adalah wujud kontribusi nyata yang tidak boleh dibatasi oleh sekat administratif wilayah operasional tambang saja," tambahnya.
Senada dengan Arif, Komisi XII DPR RI secara kolektif menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para wakil rakyat dari Papua.
Kendati mengapresiasi peran penting PT Freeport Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, Komisi XII tetap mendorong raksasa tambang tersebut untuk terus memperbaiki kinerjanya.
Fokus utama yang ditekankan adalah pengelolaan dampak lingkungan hidup yang lebih hijau serta komitmen konkret agar keberadaan Freeport benar-benar membawa kemakmuran yang adil dan merata bagi rakyat Papua.
Berita Terkait
-
32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud
-
Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama
-
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan
-
Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Minyak Sawit Jadi Primadona Ekspor Riau, Tiongkok Peminat Terbesar
-
Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi