Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa infeksi flu biasa tampaknya terkait dengan rentannya peningkatan risiko stroke pada anak-anak.
Para peneliti di UCSF Benioff Children's Hospital San Francisco menemukan bahwa risiko stroke meningkat hanya dalam waktu tiga hari, dari kunjungan anak ke dokter untuk tanda-tanda infeksi dan memiliki stroke.
Penulis senior Heather Fullerton, MD, seorang ahli saraf pediatrik vaskular dan direktur medis dari Pediatric Brain Center di UCSF Benioff Children's Hospital San Francisco, mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa infeksi memiliki efek yang kuat tapi singkat pada risiko stroke.
Ia mengatakan bahwa mereka telah melihat peningkatan risiko stroke dari infeksi pada orang dewasa, tapi sampai sekarang sebuah asosiasi belum meneliti pada anak-anak.
Fullerton menambahkan bahwa pencegahan infeksi adalah kunci untuk anak-anak yang berisiko untuk stroke, dan mereka harus memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi terhadap infeksi apapun seperti flu.
Studi ini mengamati bahwa anak-anak yang mengalami stroke 12 kali lebih mungkin untuk mengalami infeksi dalam tiga hari sebelumnya daripada anak-anak tanpa stroke.
Jumlah infeksi selama dua tahun tidak berhubungan dengan peningkatan risiko stroke dan sekitar 80 persen dari infeksi ringan diidentifikasi oleh para peneliti pernapasan bagian atas. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
-
DKI Siaga Cuaca Panas Ekstrem, 31 RS dan Ratusan Puskesmas Antisipasi Heat Stroke
-
Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat Celsius, Warga Diimbau Waspada Risiko Heat Stroke
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026