Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa perempuan yang mengidap penyakit jantung berisiko tinggi mengalami depresi berlebihan dibanding lelaki.
Dalam penelitian yang melibatkan 160 pasien dari Vilnius University Hospital Santariskiu Clinics di Lithuania, peneliti ingin menyelidiki keterkaitan antara jenis kelamin dan faktor risiko penyakit kardiovaskular pada tingkat depresi atau stres.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 24,4 persen pasien mengalami depresi. "Kami menemukan bahwa perempuan lebih mungkin untuk depresi setelah serangan jantung dibandingkan lelaki. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan kemungkinan alasan untuk ini," kata profesor Pranas Serpytis dari Lithuania.
Pasien dengan depresi hampir enam kali berisiko meninggal dalam waktu enam bulan setelah serangan jantung daripada mereka yang tidak depresi. Tak hanya itu, peneliti juga menemukan hubungan antara stres dengan merokok.
"Perokok cenderung mengalami depresi setelah terkena serangan jantung dibandingkan non-perokok atau orang yang telah berhenti merokok selama dua tahun," imbuhnya.
Untuk mengurangi risiko depresi pada pasien jantung, pasien diharapkan untuk berhenti merokok dan melakukan aktivitas fisik di luar. (Zeenews/Firsta Putri)
Berita Terkait
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Luka Sejarah dalam Perempuan dan Anak-Anaknya
-
Kepekaan Perempuan Terhadap Bencana, Mengapa Kepedulian Dianggap Ancaman?
-
Internalized Misogyny: Ketika Perempuan Justru Melestarikan Ketimpangan
-
Kenapa Perempuan yang Berdaya Masih Dianggap Mengancam di Era Ini?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026