- Solidaritas Perempuan Sintuwu Raya menghadapi intimidasi verbal dari Wakil Bupati Poso saat audiensi proyek PLTA Sulewana pada Juni.
- Proyek PLTA Sulewana menyebabkan kerusakan rumah warga dan pencemaran lahan pertanian pangan tanpa adanya kompensasi perusahaan.
- Pemerintah kabupaten belum menindaklanjuti hasil kajian ITB yang membuktikan kerusakan lingkungan tersebut disebabkan oleh pihak perusahaan.
Suara.com - Solidaritas Perempuan (SP) Sintuwu Raya Poso sempat mengalami intimidasi verbal oleh seorang pejabat tinggi di Pemerintahan Kabupaten setempat saat tengah menjalankan kerja advokasi.
Perwakilan SP Sintuwu Raya Poso, Sofi bercerita, pihaknya sempat digertak oleh salah seorang pejabat di Pemerintah Kabupaten Poso ketika dirinya sedang melakukan audiensi terkait dampak proyek PLTA di Desa Sulewena, Kabupaten Poso pada Juni lalu.
"Kami pernah melakukan audiensi pada bulan Juni. Kami melakukan audiensi dengan wakil bupati. Kemudian ada ada perilaku ataupun sikap yang terlihat sangat arogansi. Di mana dia menunjukkan relasi kuasa untuk menekan suara perempuan yang sedang menyampaikan aspirasi pada pertemuan hari itu," kata Sofi kepada Suara.com di Jakarta pada Kamis, (13/8/2026).
Sofi menyebut, pejabat tersebut sempat memerintahkan para perempuan untuk diam dan berhenti bersuara.
Padahal, apa yang dikeluhkan para perempuan di Desa Sulewana merupakan hal yang butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Sekretaris Desa Sulewana, David Banibi mengungkapkan, situasi lingkungan di desanya sudah terbilang mengkhawatirkan. Banyak rumah warga mengalami kerusakan akibat adanya proyek PLTA di sana.
Selain itu lahan pertanian yang menjadi sumber pangan utama bagi warga juga ikut tercemar akibat proyek itu. Meski begitu, kata David, belum ada bentuk ganti kerugian dari perusahaan bagi para warga yang terdampak.
"Sampai detik ini pun belum ada kompensasi bagi yang kami tuntut kemarin," ucap David.
Sebenarnya, lanjut David, pemerintah provinsi sudah mengambil langkah dengan melakukan penelitian dan kajian bersama tim dari ITB perihal dampak kerusakan itu.
Baca Juga: Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja
Kata dia, hasil kajian membuktikan bahwa kerusakan memang disebabkan oleh pihak perusahaan.
"Tapi kami sangat kecewa sudah berapa bulan ini dari hasil itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten," imbuhnya. (Reporter: Alif Bintang)
Berita Terkait
-
Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja
-
Tolak UU Ciptaker, Solidaritas Perempuan Demo di MK
-
Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender
-
Minim Partisipasi Warga, Pembentukan Koperasi Merah Putih Dinilai Terburu-Buru dan Kurang Transparan
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
-
Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin