Suara.com - Tidur tanpa busana menurut sebuah penelitian yang diakukan oleh US National Sleep Foundation memiliki banyak manfaat.
Tak hanya mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang, tapi juga bisa membantu membakar kalori.
Yuk, intip lebih jauh apa saja manfaat yang bisa didapat bila Anda tidur tanpa busana alias telanjang.
1. Bisa tidur lebih nyenyak
Meskipun Anda mungkin ingin nyaman dan hangat di malam hari, tapi sebenarnya penting untuk memiliki lingkungan yang lebih dingin ketika Anda tidur.
Suhu tubuh akan semakin menurun saat seseorang tidur. Kondisi inilah yang membuat tidur Anda akan lebih nyenyak dan pulas. Menggunakan pakaian dan selimut yang terlalu tebal akan menghambat penurunan suhu tubuh.
"Tidur telanjang akan membantu tubuh Anda tetap dingin, sehingga tidur akan jadi lebih nyenyak. Sebaliknya jika kepanasan tentu akan membuat otak membangunkan diri Anda untuk melihat apa yang terjadi. Sehingga tidur un jadi tak nyenyak," ungkap Russell Foster, profesor neuroscience di Universitas Oxford.
2. Menurunkan berat badan
Ada peningkatan jumlah pada brown fat dimana merupakan jaringan tubuh yang melindungi tubuh dari peningkatan berat badan. Sementara saat kita makan, lemak yang masuk ke tubuh lebih banyak dari kalori yang terbakar. Brown fat inilah yang bertugas membakar kalori untuk menghasilkan panas.
Dalam sebuah studi AS yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes, peneliti menemukan bahwa tidur di kamar yang sejuk bisa mengaktifkan brown fat pada orang dewasa. Untuk mendapatkan temuan ini, lima orang remaja yang tidur di kamar dengan suhu yang diatur, naik dan turun selama empat bulan.
Responden ini mengonsumsi makanan yang memiliki jumlah kalori sama lalu diukur seberapa banyak insulin yang dibutuhkan tubuhnya untuk menjaga kadar gula dalam darah tiap harinya. Temuan ini menunjukkan bahwa selama empat minggu tidur dalam kondisi di atas, para responden mengalami peningkatan brown fat hingga dua kali lipat.
Pengujian itu pun menunjukkan kalori yang dibakar dalam tubuh para responden akan semakin banyak dan sensitivitas insulin mereka juga meningkat.
Peneliti senior Francesco S. Celi mengatakan penelitian ini menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu tidur di kamar bersuhu rendah dapat mengurangi risiko diabetes dan menyebabkan mereka merasa lebih hangat saat tidur.
Lantas, apalagi manfaat lainnya? Tunggu ya di artikel selanjutnya. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?