- Indonesia mengadopsi teknologi radioterapi presisi Integrated CT-LINAC hasil kolaborasi strategis dengan Tiongkok untuk layanan kanker.
- Teknologi baru ini mengintegrasikan pencitraan CT dan terapi radiasi dalam satu sesi, meningkatkan akurasi pengobatan kanker.
- Adopsi teknologi ini menempatkan Indonesia sebagai pionir di Asia Tenggara dalam pemanfaatan radioterapi berbasis pencitraan real-time.
Suara.com - Upaya penguatan layanan kanker nasional memasuki babak baru seiring hadirnya teknologi radioterapi presisi mutakhir hasil kolaborasi Indonesia–Tiongkok. Melalui kerja sama strategis lintas negara, Indonesia kini mulai mengadopsi sistem radioterapi generasi terbaru yang dirancang untuk meningkatkan akurasi pengobatan, mempercepat waktu terapi, sekaligus memberikan pengalaman perawatan yang lebih aman dan nyaman bagi pasien kanker.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan penguatan layanan kanker sebagai salah satu prioritas dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
Tantangan kanker yang terus meningkat menuntut layanan yang tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga presisi dan adaptif terhadap kondisi individual pasien.
Teknologi radioterapi presisi menjadi elemen penting dalam strategi ini, terutama untuk menekan risiko efek samping dan meningkatkan hasil klinis.
Kolaborasi internasional tersebut ditandai dengan diperkenalkannya Integrated CT-LINAC, sistem radioterapi terintegrasi yang menggabungkan pencitraan CT diagnostik berkualitas tinggi dengan terapi radiasi presisi dalam satu ruang dan satu sesi perawatan.
Kehadiran teknologi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pionir di kawasan Asia Tenggara dalam pemanfaatan radioterapi berbasis pencitraan real-time.
Peluncuran teknologi ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi medis mutakhir untuk kepentingan publik.
Sinergi antara pemerintah, industri layanan kesehatan, dan mitra teknologi global dinilai krusial untuk menjawab tantangan kanker yang kian kompleks.
Dalam sambutannya pada peluncuran teknologi tersebut, CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady menegaskan bahwa adopsi teknologi mutakhir harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi klinis tenaga medis.
Baca Juga: Akses Perawatan Kanker Lebih Mudah dengan Fasilitas Radioterapi Modern
Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda nasional penguatan layanan kanker, mulai dari deteksi dini hingga pengobatan lanjutan, sekaligus upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kanker berstandar tinggi.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 menunjukkan kanker payudara masih menjadi jenis kanker terbanyak di Indonesia, dengan lebih dari 66 ribu kasus baru dan puluhan ribu kematian.
Angka ini menegaskan urgensi kehadiran teknologi terapi yang lebih presisi dan efisien agar pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.
President of International Business United Imaging Healthcare Group, Dr. Jusong Xia, menilai kolaborasi lintas negara ini sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan kanker secara global.
Ia menekankan bahwa inovasi teknologi harus mampu diterjemahkan menjadi dampak klinis nyata, terutama dalam memperluas akses layanan kanker berkualitas dan memperkuat sistem kesehatan nasional.
Dari sisi klinis, dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, menyampaikan bahwa visi pengembangan layanan kanker tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pendekatan yang berpusat pada pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya