Suara.com - Osteoporosis merupakan penyakit pada tulang yang ditandai dengan penurunan kepadatan massa tulang. Jika kepadatan massa tulang berkurang maka tulang akan menjadi tipis, rapuh hingga berakibat patah tulang.
Ade Tobing, dokter spesialis kedokteran olahraga mengatakan bahwa perempuan Indonesia rentan mengalami osteoporosis pada usia di atas 35 tahun. Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala sehingga disebut silent disease namun seringkali ditandai dengan penurunan tinggi badan 2-3 sentimeter.
"Osteoporosis hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga disebut silent disease. Tapi ketika sudah terkena osteoporosis biasanya tinggi akan berkurang 2-3 sentimeter," katanya pada Puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional di kawasan Monas Jakarta Pusat, Minggu, (7/12/2014).
Osteoporosis sendiri disebabkan karena kurangnya asupan kalsium dalam tubuh. Meski kerap diderita para lanjut usia, penyakit pada tulang ini juga bisa berakibat fatal pada remaja apabila tidak mencegahnya sejak dini.
Dokter Ade menambahkan bahwa pencegahan osteoporosis bisa dilakukan sejak dini melalui pencegahan primer. Pencegahan primer menurutnya bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium seperti sayuran, seafood dan minum susu.
"Untuk pencegahan yang paling penting bagaimana menjaga pola makan, perbanyak aktivitas fisik serta hindari kebiasaan merokok juga alkohol,"jelasnya.
Tak hanya itu menurut dokter Ade, melakukan senam ringan yakni Osteo Dance selama 1 jam, 3 kali seminggu efektif meningkatkan kepadatan tulang. Senam ini lebih diperuntukkan bagi remaja dan anak-anak sebagai tindakan pencegahan.
"Osteo dance itu gerakannya melompat dan berlari sehingga cocok untuk anak-anak. Menurut riset tahun 2002, senam ini efektif mampu meningkatkan kekuatan otot sehingga tulang juga mendapatkan efeknya," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026