Suara.com - Anda mungkin sudah mendengar atau membaca bahwa kedelai dikhawatirkan dapat menurunkan kesuburan lelaki lantaran mengandung isoflavon.
Zat ini disebut-sebut dapat mengecilkan kelenjar kelamin pada anak laki-laki dan menurunkan jumlah sperma. Ini dikarenakan isoflavon memiliki sifat seperti hormon estrogen.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah memang benar kedelai dapat menurunkan kesuburan lelaki? Nutrifood Research Center dalam bukunya yang berjudul Buka Fakta! 101 Mitos Kesehatan menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Beaton, et al, 2010, justru menemukan hal sebaliknya.
Kualitas sperma pada lelaki yang mengonsumsi protein kedelai yang mengandung isoflavon tinggi (61,7 mg isoflavon/hari) tidak berbeda dengan lelaki yang mengonsumsi susu sapi.
Selain itu, bukti historis menunjukkan bahwa tidak ada masalah reproduksi di Jepang dan Cina, padahal kedua negara itu adalah pengonsumsi kedelai paling tinggi di dunia.
Beranjak dari fakta itulah, para lelaki tak perlu khawatir lagi untuk mengonsumsi kedelai. Karena makanan ini tidak akan menurunkan kuantitas dan kualitas kesuburan Anda kok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!