Suara.com - Meski studi terkini menyebutkan bahwa protein dalam kedelai dikenal untuk meningkatkan aktivitas gen yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker payudara pada perempuan yang memiliki kanker payudara, tetapi para peneliti mengingatkan pasien kanker payudara untuk tidak takut makan kedelai.
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki kanker payudara masih boleh mengonsumsi kedelai atau produk kedelai seperti tahu, tempe dan lainnya asalkan tidak terlalu banyak.
Lantas, bagaimana dengan perempuan yang tidak memiliki kanker payudara? Apakah kedelai dapat menyebabkan munculnya kanker payudara?
"Studi ini tidak menunjukkan apakah kedelai dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan dengan payudara sehat," kata peneliti Dr Jacqueline Bromberg dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York City.
Sampai saat ini hubungan antara protein dalam kedelai dan kanker payudara adalah kompleks. Di satu sisi, perempuan Jepang yang kebanyakan mengonsumsi kedelai memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara. Sementara itu, secara ilmiah diketahui bahwa kedelai mengandung phytoestrogen, yaitu zat yang dapat memicu pertumbuhan tumor payudara.
Dalam penemuan terbaru ini Bromberg dan rekannya melakukan pengamatan dari 140 perempuan dengan kanker payudara yang baru didiagnosis menjadi dua kelompok. Satu kelompok makan protein kedelai setiap hari selama 1-4 minggu, sementara kelompok lain diberi susu bubuk.
Meskipun waktu yang singkat, penelitian ini menemukan bahwa 20 persen pasien kanker payudara yang mengonsumsi aktivitas gen protein kedelai menunjukkan pemicu kanker yang tinggi.
Tidak jelas apa hasil dari peningkatan aktivitas gen ini sehingga bisa memicu kanker payudara, karena para peneliti tidak menemukan bukti bahwa tumor berkembang menjadi tak terkendali.
Meski begitu, untuk amannya, para peneliti menyarankan bahwa perempuan yang terkena kanker payudara tidak mengonsumsi banyak kedelai atau suplemen protein kedelai.
Para peneliti juga menganggap bahwa efek dari konsumsi protein kedelai berhubungan dengan waktu. Kemungkinan jika dikonsumsi ketika muda, protein kedelai tidak akan menyebabkan munculnya kanker payudara.
Namun, para peneliti masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar. (Health Daily Post)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan