Suara.com - Seperti diketahui diet tinggi lemak dapat memberi efek samping bagi kesehatan tubuh, seperti tekanan darah tinggi dan penurunan respon nutrisi saat tubuh mengalami peradangan. Nah, untuk mengurangi efek samping tersebut, Anda disarankan para ahli untuk mengonsumsi bilberries liar.
Ini dikarenakan, sebuah penelitian terkini menunjukkan bahwa mengonsumsi bilberries mampu mengurangi efek samping tersebut.
Untuk kali pertama, bilberries, yang juga dikenal sebagai bluberi liar, terbukti memiliki efek menguntungkan pada tekanan darah tinggi dan penurunan peradangan.
"Bilberries mengurangi perkembangan inflamasi sistemik dan mencegah perkembangan hipertensi kronis, sehingga mendukung peran potensialnya dalam mengurangi efek kesehatan yang merugikan terkait dengan pengembangan obesitas," kata peneliti dari University of Eastern Finland.
Bilberries memiliki khasiat tersebut, karena mengandung polifenol, terutama anthocyanin, tingkat yang lebih tinggi dalam bilberi dibandingkan bluberi yang dibudidayakan secara komersial.
Penelitian ini difokuskan pada dampak kesehatan bilberries pada tikus yang diberi makanan diet tinggi lemak selama tiga bulan.
Beberapa tikus diberi makan baik lima persen atau 10 persen dari bilberries yang dibekukan atau dikeringkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilberris mengurangi efek pro-inflamasi dari diet tinggi lemak, ditandai dengan profil protein sitokin yang berubah dan menurunkan prevalensi relatif peradangan.
Temuan juga menunjukkan bilberries mencegah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh diet tinggi lemak. (India of Times)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh