Suara.com - Anda mungkin akan bingung dan bertanya-tanya, benarkah tinggi badan di pagi dan siang hari berbeda? Jawabannya, tentu saja benar.
Sebuah studi yang mengukur tinggi badan 400-an anak berusia 3-15 tahun menemukan bahwa tinggi badan pada sore hari bisa menyusut hingga setengah sentimeter dibandingkan tinggi badan pada pagi hari.
Seperti dilansir dari buku berjudul Buka Fakta! 101 Mitos Kesehatan, peneliti pada studi berpendapat bahwa penyusutan tinggi badan tersebut terjadi akibat batang tubuh (trunk) yang memendek sepanjang siang hari. Selain itu, sepanjang hari tulang rawan (cartilage) di antara ruas tulang belakang memendek akibat pengaruh gravitasi dan aktivitas di siang hari.
Namun perlu diingat penelitian ini dilakukan pada anak berusia 3-15 tahun. Nutrifood Research Center yang menyusun buku tersebut tidak menemukan penelitian serupa pada orang dewasa.
"Pesan kami, setiap kali Anda mengukur tinggi badan, lakukan di waktu yang sama misalnya, pukul 7 setelah sarapan untuk menghindari kebingungan atau tuduhan mencatut tinggi badan," jelas tim dari Nutrifood Research Center.
Oya, perlu Anda ketahui pula bahwa kaki cenderung lebih panjang di sore hari sehingga dianjurkan untuk membeli sepatu pada waktu sore agar terhindar dari ukuran sepatu yang kesempitan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia