Suara.com - Dalam studi sebelumnya para ilmuwan telah menjelaskan bahwa makan jeruk lebih baik daripada minum jus jeruk, karena dinilai minuman ini tinggi gula.
Namun ilmuwan lain menemukan bahwa ada nutrisi tertentu dalam jus jeruk yang justru akan lebih mudah diserap oleh tubuh ketimbang dikonsumsi dalam bentuk buah yang belum diproses.
Ralf Schweiggert, Julian Aschoff dan rekan mencatat bahwa jeruk yang dikemas dengan nutrisi seperti karotenoid dan flavonoid yang berpotensi dapat membantu menurunkan risiko seseorang untuk menderita kanker tertentu dan penyakit kardiovaskular. Tetapi banyak orang lebih memilih untuk minum segelas jus jeruk daripada makan buah.
Para peneliti menemukan bahwa produksi jus jeruk yang dipasteurisasi sedikit menurunkan kadar karotenoid dan vitamin C. Tetapi pada saat yang sama, secara signifikan meningkatkan penyerapan karotenoid dan vitamin C dalam tubuh.
Temuan ini tentu saja bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional. Meskipun jus jeruk secara dramatis mengurangi tingkat flavonoid, tetapi dapat diserap oleh tubuh lebih maksimal ketimbang bila dimakan dalam bentuh buah.
Studi ini dipublikasikan di ACS 'Journal of Agricultural and Food Chemistry. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia