Suara.com - Kanker serviks atau leher rahim merupakan kanker nomor dua terbanyak yang diidap perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Penanganannya seringkali terlambat sehingga menyebabkan kasus kematian yang jumlahnya tidak sedikit.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pentingnya deteksi dini untuk kanker, salah satunya adalah kanker serviks. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan jumlah penderita kanker yang umumnya diderita kaum perempuan.
"Kanker serviks paling mudah dideteksi. Misalnya dengan pap smear atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Kalau lebih dini terdeteksi maka tingkat keparahan bisa dicegah dan harapan hidup semakin tinggi," ujar Menkes Nila F. Moeloek pada konferensi pers "Rencana Kerja Kementerian Kesehatan 2015" di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Menurutnya, gejala kanker serviks yang harus dicurigai kaum perempuan yakni jika mengalami keputihan yang berbau dan banyak. Pada perempuan yang bersenggama lalu muncul sedikit perdarahan juga harus berhati-hati, karena kondisi tersebut merupakan gejala kanker serviks yang paling jelas dikenali.
Ia pun menyarankan kaum perempuan yang mengalami gejala tersebut untuk memeriksakan diri ke dokter. "Perempuan yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi tentunya akan punya kesadaran untuk ke dokter jika mengalami keputihan yang berbau atau keluar darah saat bersenggama. Dokter bisa lakukan pap smear atau IVA," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia