Suara.com - Setiap tahun, 4 Februari diperingati sebagai World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia. Tahun ini, peringatan Hari Kanker Sedunia mengambil tema "Kanker Bukan di Luar Kemampuan Kita". Bertepatan dengan peringatan tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek pun mencanangkan Komitmen Penanggulangan Kanker di Indonesia.
"Hari Kanker Sedunia ini bukan untuk dirayakan, tapi untuk mengingatkan bahwa kanker menjadi penyakit serius yang harus dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Menkes, pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Disebutkan, laporan Global Burden Cancer (2012) menunjukkan kasus kejadian kanker di Indonesia mencapai sebesar 134 per 100.000 penduduk. Estimasi ini tak jauh berbeda dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2013 yang menunjukkan prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk.
"Pengendalian kanker akan berhasil jika kita melakukan penanganan komprehensif dengan semua lintas sektor, di antaranya pemerintah, LSM, dunia usaha dan individu masyarakat," imbuh Nila.
Menurut Menkes pula, salah satu tantangan dalam pengendalian kanker adalah pembiayaan yang besar. Data BPJS sepanjang Januari-Juni 2014 menurutnya, menunjukkan bahwa pengobatan kanker untuk rawat jalan menempati urutan ke-2, dengan jumlah kasus mencapai 88.000 dan nilai pembiayaan mencapai Rp124,7 miliar. Sedangkan untuk jumlah kasus rawat inap mencapai 56.000, dengan total pembiayaan sebesar Rp313,3 miliar.
Oleh karena itu, dalam isi komitmen tersebut, Kemenkes bersama dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional, serta Yayasan Kanker Indonesia, berkomitmen untuk menjadikan kanker sebagai salah satu prioritas masalah kesehatan nasional. Mereka akan bekerja sama dalam penanggulangan masalah kanker, serta berupaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang kanker.
"Bila upaya ini telah dilakukan dengan benar, maka kita harap ada penurunan angka kasus untuk kanker di Indonesia. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap kasus kanker, dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai pencegahan mulai dari diri sendiri," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah
-
Gelar Laga Cepak Bola, Yayasan Pita Kuning Wujudkan Impian Pasien Kanker Anak
-
Nyanyikan Lagu Nasional, Shanna Shannon Beri Semangat untuk Pejuang Kanker di Laga Cepak Bola 2026
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian