News / Internasional
Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:13 WIB
Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat yang terjadi di dekat rumah sakit kanker anak di kota Ahvaz. [@Nexo_Latino]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat di dekat Rumah Sakit Shahid Baghaei, kota Ahvaz, yang dianggap barbar.
  • Sebanyak 211 pasien kanker anak dievakuasi secara darurat akibat ledakan kuat yang melumpuhkan operasional fasilitas kesehatan tersebut.
  • Pejabat Iran menyatakan serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional, kejahatan perang, dan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Suara.com - Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat yang terjadi di dekat rumah sakit kanker anak di kota Ahvaz.

Teheran menyebut aksi tersebut sebagai serangan barbar dan kejahatan perang pengecut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan sedikitnya 211 pasien yang sedang menjalani kemoterapi terpaksa dievakuasi dari Shahid Baghaei Specialised Hospital.

Situasi ini memicu kepanikan besar, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam perawatan intensif.

Seorang dokter di lokasi mengungkapkan betapa dekatnya dampak serangan tersebut.

“Ledakannya sangat kuat dan begitu dekat, kami mengira rumah sakit terkena langsung,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.

Direktur rumah sakit, Reza Bazar, menyebut fasilitas tersebut tidak lagi dapat beroperasi setelah serangan.

Evakuasi darurat dilakukan di tengah kondisi pasien yang sebagian masih bergantung pada alat medis.

Manajer rumah sakit, Dr. Majid Bou’azar, menegaskan seluruh pasien harus dipindahkan demi keselamatan. Banyak di antaranya merupakan pasien kanker anak dengan kondisi kritis.

Baca Juga: CENTCOM: 50 Ribu Pasukan Amerika Serikat Siaga Serang Iran

“Beberapa pasien menggunakan ventilator dan oksigen. Ada yang digendong orang tuanya, ada yang masih terpasang infus, bahkan menggunakan kursi roda saat dievakuasi,” kata salah satu staf medis.

Baghaei menilai serangan tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Ia juga membandingkan insiden ini dengan serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.

“Ini adalah kejahatan perang terhadap manusia paling tak berdosa, anak-anak yang sedang berjuang untuk hidup,” tegasnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut mengecam keras.

Ia menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Load More