News / Internasional
Kamis, 16 Juli 2026 | 07:24 WIB
Kemenkes Iran rilis data mengerikan: serangan AS-Israel bom 25 rumah sakit, 200 anak meninggal dunia, dan ribuan warga sipil terluka. Faskes sengaja dihancurkan. [Dok. Masoud Vaez / Tasnim News]
Baca 10 detik
  • Serangan udara Amerika Serikat menghantam fasilitas perawatan kanker anak di Kota Ahvaz, Iran.

  • Proses evakuasi darurat pasien anak-anak sedang berlangsung akibat dampak kerusakan ledakan tersebut.

  • Ledakan besar juga mengguncang pelabuhan strategis Bandar Abbas serta beberapa kota di Sistan.

Suara.com - Agresi militer Amerika Serikat di kawasan pantai selatan Iran memicu situasi darurat kemanusiaan yang sangat mengkhawatirkan. Gempuran udara tersebut dilaporkan berdampak langsung pada fasilitas perawatan medis bagi anak-anak penderita kanker.

Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi sebuah zona penting di dalam Kota Ahvaz menjadi sasaran tembak bom udara. Imbas dari ledakan hebat di area tersebut menghancurkan bagian dari pusat penyembuhan kanker anak.

Proses pemindahan pasien secara besar-besaran tengah berlangsung akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan brutal ini. Otoritas setempat bergerak cepat menyelamatkan nyawa anak-anak yang sedang dalam kondisi rentan.

Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. [Dok. Antara]

Laporan resmi dari sumber-sumber lokal di Iran menyebutkan situasi di lapangan saat ini sangat mencekam. Pihak medis berpacu dengan waktu untuk memindahkan seluruh pasien ke tempat yang lebih aman.

Lembaga kesehatan setempat mengutuk keras dampak buruk serangan udara ini terhadap infrastruktur sipil yang vital. Konsentrasi penyelamatan saat ini terpusat pada perlindungan anak-anak yang kehilangan tempat perawatan intensif mereka.

Hingga saat ini, belum ada rincian pasti mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat hantaman rudal tersebut. Namun, kerusakan struktural pada pusat medis telah melumpuhkan layanan kesehatan anak di wilayah itu.

Operasi militer Amerika Serikat tidak hanya memborbardir wilayah udara Ahvaz dan sekitarnya selama beberapa jam terakhir. Rentetan ledakan dahsyat juga mengguncang Bandar Abbas, yang merupakan kota pelabuhan paling krusial di Iran.

Dampak dari ledakan di Bandar Abbas berpotensi mengganggu jalur logistik penting di koridor selatan negara tersebut. Saksi mata melaporkan suara gemuruh tiada henti yang menggetarkan bangunan di sekitar pesisir.

Kepanikan warga sipil meluas seiring dengan kepulan asap hitam yang membubung tinggi dari arah pelabuhan. Keamanan di sepanjang garis pantai selatan kini berada dalam status siaga tertinggi.

Baca Juga: Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas

Agresi udara jet tempur Amerika Serikat juga dilaporkan merembet ke wilayah tenggara Iran. Provinsi Sistan menjadi medan kehancuran baru akibat serangan yang datang bertubi-tubi.

Sejumlah kota penting di provinsi tersebut menjadi target operasi penghancuran yang masif oleh militer Amerika. Kota Konarak dan Chabahar dilaporkan terus-menerus dihujani peluru kendali dari udara.

Tak luput dari serangan, wilayah Rasak juga menyaksikan eskalasi pertempuran udara yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Warga di ketiga kota tersebut terpaksa mencari perlindungan di bawah tanah demi bertahan hidup.

Rangkaian serangan udara ini menandai eskalasi konflik bersenjata yang paling intensif di perbatasan selatan Iran dalam beberapa waktu terakhir. Amerika Serikat mengarahkan target operasinya pada titik-titik strategis dan pusat kota.

Hantaman pada fasilitas medis anak memicu kecaman luas karena dianggap melanggar batas kemanusiaan internasional. Situasi geopolitik di Timur Tengah kini semakin membara dan berada di ambang perang terbuka.

Load More