Suara.com - Jika Anda tak bisa lepas dari telepon genggam, maka ada kabar baik untuk Anda. Sebuah penelitian mengklaim bahwa berkirim pesan singkat melalui telepon genggam bisa meningkatkan pencegahan kanker kulit dan mempromosikan perlindungan dari sinar matahari sehingga bisa menyelamatkan hidup seseorang.
QUT, Cancer Council Queensland dan University of Queensland mengadakan percobaan selama 12 bulan pada individu usia 18-42 tahun yang menggunakan telepon genggam. Penelitian ini menguji dampak dari pesan yang dikirimkan dimana memuat promosi untuk melindungi diri dari sinar UV dan pemeriksaan kulit sebagai deteksi dini gejala kanker.
Pemimpin peneliti, Monika Janda mengatakan bahwa teknologi komunikasi khususnya melalui pesan teks bisa menjadi pengingat bagi banyak orang untuk menggunakan sunblock saat bepergian dan pakaian yang menutupi permukaan kulitnya antara pukul 10 pagi- 4 sore. Tak hanya itu, peserta penelitian yang berjumlah 500 orang ini juga ditanyai apakah kerabat dekat mereka telah memeriksakan kondisi kulitnya sebagai langkah deteksi dini.
Di akhir bulan ke-12, kebiasaan melindungi diri dari sinar UV dan partisipasi deteksi dini dari para peserta semakin meningkat, yakni dari 37 persen menjadi 63 persen.
Katie Clift dari Dewan Kanker di Queensland menyatakan bahwa uji coba ini merupakan langkah baik untuk pencegahan kanker. Ia mengisyaratkan sms menjadi media untuk memperingatkan masyarakat agar lebih aktif melakukan tindakan pencegahan untuk menurunkan risiko terkena kanker kulit. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI, Akses Langsung dari BRImo
-
Ciri-ciri Modus Penipuan SMS E-Tilang Palsu, Ini Bedanya dengan yang Resmi
-
7 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam dan Cegah Kanker Kulit
-
5 Body Lotion Murah Mengandung SPF untuk Lindungi Kulit dari UV dan Cegah Kanker
-
7 Tanda Awal Kanker Kulit yang Sering Diabaikan, Wajib Kamu Waspadai!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?