Suara.com - Kanker usus besar seringkali terdeteksi saat stadium lanjut. Pemicunya pun bermacam-macam, namun faktor terbesar berasal dari gaya hidup yang tak sehat.
Menurut Dr Dean Koh selaku dokter bedah umum dari Mount Elizabeth Novena Singapore, 90 persen kasus kanker usus besar dipengaruhi oleh penerapan gaya hidup tak sehat, salah satunya adalah merokok.
"Merokok adalah salah satu pemicu utama untuk kanker usus besar dan berbagai masalah kesehatan lainnya," ujar dokter Koh saat temu media di Jakarta, Jumat (13/2/2015).
Menurutnya, gaya hidup tak sehat yang dilakukan kebanyakan orang mungkin tak langsung dirasakan kerugiannya dalam waktu dekat. Namun, Ia mengingatkan bahwa kerugiannya bisa diderita dalam beberapa tahun mendatang.
"Sebaiknya hindari merokok. Karena merokok adalah hal yang tidak berguna untuk Anda lakukan. Anda seperti menabung penyakit jika merokok," imbuhnya.
Selain itu, seseorang yang memiliki obesitas yang tak normal juga menyumbang ia mengalami kanker usus besar. Kemudian, kebanyakan konsumsi makan daging dan makanan rendah serat juga ikut berpartisipasi untuk membuat tumor pada usus besar seseorang.
Oleh sebab itu, penerapan gaya hidup sehat dengan memperbaiki pola makan dan berhenti merokok sebaiknya mulai dilakukan sejak dini. Tak lupa, Dr Koh juga berpesan untuk rutin melakukan aktivitas fisik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern