Suara.com - Sebuah studi terkini menunjukkan bahwa emosi atau amarah dapat memicu serangan jantung dalam waktu yang sangat singkat.
Peneliti Thomas Buckley dari Universitas Sydney dan Rumah Sakit Royal North Shore di Australia mengatakan bahwa setiap seseorang meluapkan emosinya dalam satu kesempatan maka bisa berakibat serangan jantung mendadak yang berbahaya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan risiko serangan jantung setelah amarah atau emosi itu diakibatkan dari peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, serta penyempitan pembuluh darah.
Para peneliti menyimpulkan bahwa risiko serangan jantung dalam dua jam setelah seseorang meluapkan amarahnya dapat terjadi lima kali lebih mungkin jika emosi yang dikeluarkan masih rendah, dan lebih parahnya jika amarah itu sangat besar, kemungkinan serangan jantung terjadi 9,5 kali lebih tinggi.
Buckley menyarankan bahwa dokter harus memeriksa penderita penyakit jantung atau orang-orang yang berisiko terkena serangan jantung yang cenderung emosian. Tindakan preventif seperti pengurangan aktivitas yang memicu stress dalam kehidupan sehari-hari harus sering dilakukan. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini