Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa suara dering yang dihasilkan ponsel bisa mengagetkam janin dalam kandungan.
Penelitian terbaru ini didasari oleh penelitian sebelumnya dimana beberapa dokter residen yang tengah mengandung ternyata cenderung mengalami komplikasi seperti bayi lahir prematur dan berat bayi rendah. Ternyata setelah diteliti, dokter ini banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan ponsel mereka.
Temuan ini kemudian diperdalam oleh Dr Boris Petrikovsky, profesor obstetri dan ginekologi dari Wyckoff Heights Medical Center, New York. Ia mengamati 24 dokter residen yang tengah mengandung dan menganalisis reaksi janin ketika mendengar suara ponsel dari ibu mereka.
Hasilnya, 90 persen janin berusia 27-41 bulan tampak terkejut ketika mendengar ponsel yang berdering. Respon terkejut itu ditunjukkan dengan kedipan mata mereka, kepala mendangak dan mulut membuka. Namun respon ini semakin berkurang seiring dengan intensitas paparan dari ponsel yang berdering.
"Kami menemukan, bila Anda menjadi bayi dalam kandungan dan seseorang membangunkan Anda setiap jam, Anda akan menjadi risih. Suara dan mungkin getaran, menyebabkan banyak “reflex dadakan,” yang mengganggu siklus tidur normal,” kata Dr Boris.
Meski demikian ia mengaku masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah paparan suara ponsel selama masa kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan janin. Dr Boris menyarankan para ibu hamil untuk mengurangi intensitas penggunaan ponsel selama kehamilannya.
"Kami sarankan agar bumil menghindari paparan dengan ponsel secara langsung. Hal ini bertujuan untuk menghindari berbagai risiko yang mungkin ditimbulkan oleh ponsel," imbuhnya. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026