Suara.com - Lalapan atau sayuran mentah menjadi salah satu jenis makanan favorit masyarakat Indonesia. Tapi tahukah Anda bahwa cacing yang tersembunyi dalam lalapan dan tak sengaja termakan bisa menyebabkan batu empedu.
Menurut dokter spesialis bedah digestif Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, Arief Setiawan, kondisi ini banyak ditemuinya saat bertugas di daerah di Jawa Barat. Masyarakat Sunda yang doyan menyantap lalapan ternyata secara tak sengaja melahap cacing dan banyak ditemui batu pigmen yang mengendap di kantung empedunya.
"Cacing atau ulat hidup di lalapan dan kalau tak dibersihkan dengan benar secara tak sengaja bisa disantap dan akhirnya masuk ke pembuluh darah dan mengendap di liver. Ketika mati, cacing tersebut menjadi batu pigmen yang menghambat kandung empedu," ujar dokter Arief pada temu media bertajuk "Solusi Jitu Gangguan Sistem Empedu" di Jakarta, Jumat, (8/5/2015) pekan lalu.
Jika dibiarkan, batu empedu bisa memicu infeksi dan penyumbatan. Dampaknya antara lain radang akut pada kandung empdu. Biasanya, penderita yang mengalami radang akut kandung empedu ditandai dengan nyeri perut bagian kanan atas.
Oleh karena itu, dr Arief menganjurkan masyarakat agar selalu memastikan kebersihan makanan sebelum diolah bahkan dikonsumsi secara langsung.
"Intinya menjaga kebersihan. Sebelum dikonsumsi ya pastikan lalapan atau sayuran sudah dicuci bersih dan tidak ada ulat yang menempel," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Idap Jantung hingga Thalassemia, Pelawak Prapto Pempek Butuh Bantuan
-
Fahmi Bo Diizinkan Pulang setelah Jalani Operasi Batu Empedu, Semua Biaya Ditanggung Raffi Ahmad
-
Mohon Doa, Fahmi Bo Siap Jalani Operasi Batu Empedu pada Sore Ini
-
Jangan Anggap Sepele! Nyeri Bahu Bisa Jadi Gejala Batu Empedu, Ini Penjelasannya
-
Mengenal Penyakit Batu Empedu, Gejala dan Cara Mengatasinya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang