Suara.com - Memenuhi kebutuhan gizi seimbang hanya dari asupan makanan saja sepertinya sangat sulit. Wajar jika kini menjamur berbagai produk suplemen yang diyakini memiliki manfaat layaknya mengonsumsi makanan sehat. Tapi seberapa pentingkah suplemen bagi tubuh?
Menurut dokter spesialis gizi klinik RSCM, Inge Permadi, suplemen makanan boleh dikonsumsi pada orang yang memiliki aktivitas fisik di atas rata-rata orang normal.
"Suplemen boleh dikonsumsi untuk mereka yang kebutuhan nutrisinya tidak bisa tercukupi dari makanan saja. Misalnya pada body builder, mereka rata-rata butuh suplemen untuk tetap mempertahankan fisiknya," kata Inge pada temu media di Jakarta, baru-baru ini.
Sebaiknya, lanjut dia, seseorang lebih dulu memilih suplemen alami yang bisa didapat dari tanaman obat-obatan seperti jahe, bawang putih dan madu.
"Sementara dari bahan makanan misalnya bahan makanan sumber protein, asam amino, lemak, karbohidrat, dan lainnya," imbuhnya.
Banyak orang terutama dengan rutinitas yang padat sehingga tak memililiki banyak waktu untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi akhirnya memilih untuk mengonsumsi berbagai macam suplemen. Padahal risiko yang ditimbulkan akibat ketergantungan suplemen ini juga bisa membahayakan kesehatan.
"Konsumsi suplemen tambahan sewajarnya. Akan lebih baik jika kita memilih menjalankan pola hidup sehat dengan makan-makanan bergizi diimbangi dengan olahraga dan tidur yang cukup," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin