Suara.com - Teh hijau telah dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bagaimana teh hijau dapat menurunkan risiko kanker prostat yang kerap mengintai para lelaki.
Peneliti di Moffitt Cancer Center and Research Institute di Florida melakukan penelitian selama periode satu tahun untuk menemukan kaitan antara teh hijau dan kanker prostat yang hasilnya akan dipresentasikan dalam rapat tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) minggu mendatang di Chicago.
Kanker prostat merupakan jenis kanker nomor dua yang paling banyak diidap lelaki di seluruh dunia menurut World Cancer Reasearch Fund. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa zat dalam teh hijau yang dikenal dengan sebutan catechin, dapat mencegah penyebaran sel kanker di seluruh tubuh.
Hingga saat ini peneliti hanya mampu menunjukkan manfaat anti kanker katekin pada hewan, belum sampai pada manusia.
Hingga peneliti Moffitt melakukan pengujian pada 49 orang untuk mengonsumsi 200 miligram kapsul teh hijau dan membandingkannya dengan orang yang mengonsumsi plasebo dua kali sehari selama satu tahun.
Hasil menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi kapsul teh hijau memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.
"Mereka memiliki tingkat prostate specific antigen yang lebih rendah setelah rutin mengonsumsi teh hijau. Ini menunjukkan bahwa teh hijau positif mengurangi risiko kanker," kata peneliti. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!