Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau agar masyarakat mewaspadai pembelian obat dari media dalam jaringan (online) karena adanya kemungkinan obat palsu atau ilegal.
"Menurut organisasi dunia WHO, 50 persen obat palsu atau ilegal diedarkan melalui 'online'. Masyarakat perlu mewaspadai karena obat tersebut berasal dari sumber yang tidak jelas sehingga keamanannya tidak diketahui pasti," kata Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT BPOM Arustiyono dalam diskusi "Anti Counterfeit Day 2015" di Jakarta, Rabu.
Obat palsu atau ilegal adalah obat yang ditemui di pasaran, namun tidak memiliki izin edar.
Arus menjelaskan obat palsu menyerupai obat asli dari segi bentuk dan kemasan, namun tidak mengandung bahan berkhasiat atau kadarnya tidak sesuai, bahkan di bawah standar.
Jika kebetulan obat yang dibeli adalah obat palsu, penyakit pasien akan bertambah parah karena obat tidak mengurangi gejala atau menyembuhkan penyakit.
Obat antibiotik palsu yang kadarnya dikurangi bisa membuat penyakit menjadi lebih kebal, sementara itu pada obat diabetes yang tidak mengandung zat berkhasiat, obat tersebut tidak mampu menurunkan kadar gula.
"Saya mencontohkan kalau obat asli dosisnya 500mg, namun kalau obat palsu dosisnya hanya 150mg. Ini bahaya. Pasien bisa meninggal dunia jika mereka tidak mengetahui obat yang dikonsumsi adalah palsu," kata Arus.
Ia menjelaskan masyarakat harus lebih curiga terhadap iklan obat yang menawarkan obat keras tanpa resep dokter.
Obat keras dengan label merah dengan huruf "K" di dalamnya hanya dapat diperoleh atas resep dokter dan dijual di Apotek, Puskesmas atau Rumah Sakit.
Berikut ini adalah ciri-ciri iklan obat palsu yang perlu diwaspadai menurut Badan POM RI:iklan dengan informasi yang berlebihan dan menyesatkan; menawarkan obat dengan harga yang jauh lebih murah; menjanjikan pemberian hadiah; iklan hanya mencantumkan nomor telepon tanpa nama dan alamat sarana penjual; menampilkan testimoni pasien yang berlebihan dalam menggunakan obat; dan menjanjikan sembuh secara instan serta menawarkan banyak garansi. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?