Donor darah, adalah tindakan mulia yang bisa kita lakukan tanpa biaya. Tak hanya itu donor darah juga menyimpan sederet manfaat untuk kesehatan. Tapi masih banyak mitos yang berkembang mengenai donor darah sehingga tak sedikit yang ragu untuk mendonorkan darahnya.
Oleh sebab itu yuk kenali mitos dan fakta seputar donor darah seperti dipaparkan Dr Rani Prem Kumar, Konsultan Bank Darah di Moolchand Medcity, India berikut ini!
1. Mitos: Mendonorkan darah membuat lemah
Fakta: Banyak orang yang merasa dirinya semakin lemah usai mendonorkan darah. Sebenarnya hal ini tak perlu dikhawatirkan, karena satu atau dua hari kemudian tubuh akan secara alami mengganti darah yang diambil.
2. Mitos: Donor darah membutuhkan waktu yang lama
Fakta: Faktanya donor darah hanya membutuhkan waktu tak lebih dari setengah jam.
3. Mitos: Donor darah adalah prosedur yang menyakitkan
Fakta: Ini merupakan mitos yang salah. Mendonorkan darah tidak menyakitkan sama sekali. Sensasinya hanya seperti dicubit ketika ditusuk jarum, setelah itu Anda tak akan merasakan sakit sama sekali.
4. Mitos: Semakin sering mendonorkan darah tubuh akan semakin lemah
Fakta: Justru badan semakin sehat ketika mampu mendonorkan darah empat kali setahun dengan rentang tiga bulan sekali.
5. Mitos: Lansia tak boleh mendonorkan darah
Fakta: Ya, batas usia yang diperkenankan untuk mendonorkan darah adalah 18-60 tahun.
6. Mitos: Ketika berpuasa tak bisa mendonorkan darah
Fakta: Ya, salah satu syarat sebelum mendonorkan darah adalah makan setidaknya empat jam sebelumnya.
7. Mitos: Penderita diabetes tak bisa menjadi pendonor
Fakta: Ya, penderita diabetes memang disarankan untuk tidak menyumbangkan darahnya.
8. Mitos: Donor darah bisa menyebabkan obesitas
Fakta: Mitos ini tidak benar, karena menyumbangkan darah sama sekali tidak mempengaruhi berat badan Anda. (TimesofIndia)
Tag
Berita Terkait
-
Manfaat Donor Darah Kurang Maksimal Tanpa Peralatan Pendukung Terbaik
-
Ini Alasan Kenapa Donor Darah Tetap Relevan di Era Modern
-
BCA Syariah Gelar Donor Darah Karyawan Sambut HUT ke-80 Republik Indonesia
-
Setetes Darah, Seribu Manfaat: Kisah Rizki 67 Kali Donor Darah hingga Membawanya Bertemu Jusuf Kalla
-
BCA Gelar Donor Darah, Kini Gandeng UI
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga