Suara.com - Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif dan serba cepat, berbagai perusahaan berlomba menghadirkan berbagai program employee engagement untuk menjaga produktivitas karyawan. Namun di antara beragam aktivitas internal yang berkembang, donor darah rutin menjadi salah satu program dengan dampak sosial paling nyata.
Di balik partisipasi karyawan tersebut, ada pesan yang lebih besar tentang bagaimana perusahaan membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga kepedulian sosial.
Donor darah di lingkungan PNM telah menjadi bagian dari identitas budaya perusahaan. Aksi tersebut menunjukkan bahwa ada kontribusi sosial yang juga tumbuh di dalam ekosistem kerja. Donor darah menghadirkan dimensi keberlanjutan yang lebih dekat dan kemanusiaan yaitu membantu menjaga kehidupan sesama secara langsung.
Di sisi lain, kebutuhan darah di Indonesia masih menjadi tantangan yang terus dihadapi. Berdasarkan berbagai data kesehatan, kebutuhan kantong darah nasional setiap tahun masih membutuhkan dukungan besar dari donor sukarela.
Pelaksanaan donor darah berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para karyawan. Sejak pagi, peserta secara bergantian mengikuti proses pemeriksaan kesehatan hingga donor darah sesuai prosedur medis yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antarpegawai di tengah aktivitas kerja sehari-hari.
“Senang bisa ikut partisipasi karena ternyata bantuan tidak selalu tentang materi tapi semangat solidaritas sosialnya,” ungkap Eka salah satu karyawan PNM.
Aktivitas seperti donor darah yang rutin difasilitasi oleh PNM menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan tetap memiliki tempat di tengah padatnya dunia profesional.
Sejalan dengan semangat untuk terus hadir di setiap perjuangan kelompok rentan, PNM berupaya bukan hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga menjaga empati dan kepedulian karyawannya salah satunya melalui aktivitas donor darah. ***
Baca Juga: Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
Berita Terkait
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
PNM Perluas Akses Pendidikan dari Beasiswa hingga Ruang Pintar PNM di Pelosok Negeri
-
Dukung Proteksi Nasabah Mekaar, PNM dan BRI Life Gelar Literasi Asuransi di Jambi
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Temukan Peluang Kembangkan Usaha, Mardiana Pilih Tumbuh Bersama PNM Mekaar
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan
-
Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta
-
Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol
-
IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global