Suara.com - Memiliki perut buncit tentu amat tak menyenangkan dan mengganggu penampilan. Selain itu, perut gendut juga bisa memicu berbagai penyakit.
Olah karena itu, bila Anda memiliki perut buncit jangan dianggap sepele lantaran bisa membuat Anda menderita penyakit serius.
Lantas, penyakit apa saja yang mengintai pemilik perut buncit? Berikut ulasannya seperti dilansir Boldsky.
1. Penyakit jantung
Dengan meningkatnya lemak di sekitar pinggang dan perut, maka lemak akan menghambat aliran darah ke jantung. Pembekuan darah di aliran darah juga rentan terjadi sehingga kesehatan jantung Anda pun akan terancam.
2. Diabetes
Saat kandungan lemak dalam tubuh meningkat, maka risiko diabetes juga meningkat. Salah satu jenis lemak yang mengganggu metabolisme dan menjadi penyebab naiknya risiko diabetes adalah lemak visceral.
3. Kanker payudara
Perempuan yang berperut buncit akan meningkatkan risiko mereka untuk terkena kanker payudara.
4. Masalah empedu
Kesehatan empedu juga bisa terancam jika Anda memiliki perut buncit. Ini dikarenakan adanya peningkatan lemak di kantung empedu Anda.
5. Kolesterol
Dengan tingginya lemak dalam tubuh terutama lemak viceral, maka tingkat kolesterol jahat akan naik yang membuat Anda terkena penyakit kolesterol.
6. Hipertensi
Jika Anda terkena kolesterol, maka rentan pula terkena hipertensi (tekanan darah tinggi). Mengapa? Karena lemak memaksa darah untuk dipompa lebih banyak yang berakibat dengan baiknya tekanan darah.
7. Stroke
Lemak perut mampu memicu perubahan angiotensin, hormon yang menyebabkan stroke. Untuk menghindarinya, Anda harus rutin olahraga untuk mendapatkan perut yang rata kembali.
8. Sakit punggung
Menumpuknya lemak di perut ternyata berhubungan dengan sakit punggung. Sebab saat lemak menumpuk, maka otot perut menjadi lemah sehingga otot-otot di sekitarnya akan membantu untuk menopang perut termasuk otot punggung. Inilah yang menjadi penyebab mengapa orang yang berperut buncit sering mengalami sakit punggung atau sakit pinggang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem