Foto / News
Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Warga melintas di samping bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym]
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym]
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym]
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym]
Sejumlah warga membawa bantuan menyusuri jalanan berbatu dari posko bantuan Desa Rokirole ke Desa Nitunglea, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym]

Suara.com - Warga melintas di samping bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026) tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak di pulau Palue yang berjarak 20-30 kilometer dari pusat gempa.

Pascagempa, kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas penanganan. Kementerian PU menyiapkan pasokan air darurat bagi sekitar 7.000 warga di delapan desa di Pulau Palue, sekaligus mencari sumber air tambahan untuk kebutuhan jangka panjang.

Akses menuju sejumlah wilayah juga masih terkendala longsor. BNPB sebelumnya mengirim bantuan melalui jalur laut, termasuk 150 tenda, 400 matras, 600 paket sembako, 1,6 ton beras, air minum, dan perlengkapan lainnya.

Hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Sebanyak 81 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat, sehingga warga diimbau tetap waspada terhadap bangunan yang rusak. [ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym]

Load More