Suara.com - Patah hati kadang muncul karena adanya masalah dalam hubungan percintaan seseorang. Ternyata patah hati ini pun bukan sekadar ungkapan, tapi benar-benar membuat jantung seseorang mengalami keluhan tertentu.
Dalam bahasa medis, patah hati ini dikenal dengan sebutan takotsubo cardiomyopathy yang menyebabkan perubahan abnormal pada jantung.
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine ini, perempuan sembilan kali lebih rentan mengalami sindrom patah hati dibandingkan laki-laki. Peneliti mengatakan, pemicunya antara lain rasa depresi seperti dipisahkan dengan pasangan oleh kematian.
Selain itu peneliti juga menemukan bahwa seseorang yang mengalami keluhan ini berisiko 9.9 persen menderita penyakit jantung maupun stroke serta dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 5.6 persen menghadapi kematian dibandingkan mereka yang tidak mengalami sindrom ini.
Gejala yang ditimbulkan oleh sindrom patah hati seringkali mirip dengan penyakit jantung koroner seperti nyeri dan sesak di bagian dada.
Salah seorang peneliti, Ghadri mengatakan bahwa sebaiknya seseorang yang mengalami gejala ini tidak langsung mengaitkannya dengan penyakit jantung tapi menyadari lebih dulu adakah pemicu yang membuatnya patah hati. (Foxnews)
Berita Terkait
-
Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Berkualitas, Tapi Banyak Pasangan Masih Canggung Bahas Keintiman
-
Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka
-
Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!
-
Resmi Putus, Ini Perjalanan Cinta Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho
-
Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh