Suara.com - Merasa sehat hari ini? Jangan terlalu puas, karena penelitian menyebutkan bahwa hampir separuh dari orang berusia 30 tahun berisiko mengalami berbagai penyakit di kemudian hari.
Baik laki-laki maupun perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengidap berbagai penyakit seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu mengubah gaya hidup merupakan faktor penting mencegah timbulnya berbagai penyakit.
Selain pencegahan, pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan untuk deteksi dini jika ternyata ada penyakit yang mencoba hinggap di tubuh kita.
Yuk, ketahui lima pemeriksaan kesehatan yang wajib dilakukan perempuan.
1. Papsmear
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker tersering yang diidap perempuan berusia 30-35 tahun. Bagi Anda yang telah menikah, pemeriksaan kanker serviks melalui metode papsmear sebaiknya dilakukan secara teratur, tiga tahun sekali untuk yang berusia 25-49 tahun dan lima tahun sekali bagi yang berusia 50-64 tahun.
Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV yang menular melalui kontak seksual. Jika Anda mengalami perdarahan saat atau setelah berhubungan seks sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
2. Mammogram
Selain kanker serviks, kanker payudara juga menempati posisi teratas yang diidap oleh perempuan di dunia. Sebagai langkah deteksi dini, sebaiknya perempuan juga melakukan mammogram setiap tiga tahun sekali. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan mengetahui ada tidaknya benjolan di sekitar payudara Anda.
3. Tes mata
Pemeriksaan yang tidak boleh diabaikan adalah mata. Sebaiknya pemeriksaan mata dilakukan setahun sekali, tidak peduli berapapun usia Anda. (Times of India)
Melalui pemeriksaan ini dokter tak hanya melihat kemampuan penglihatan Anda tapi, juga mendeteksi ada tidaknya penyakit tertentu seperti katarak, glukoma yang biasanya menjangkit seseorang berusia 50 tahun ke atas.
4. Pemeriksaan usus
Kanker usus merupakan kanker yang paling umum diidap di Inggris dan menyumbang kematian tertinggi nomor dua. Oleh karena itu pemeriksaan kesehatan usus menjadi penting untuk dilakukan. Tes ini dapat mendeteksi adanya kelainan di organ pencernaan Anda dengan melihat kondisi tinja.
5. Pemeriksaan tulang
Kesehatan tulang juga tak boleh diabaikan terlebih bagi Anda yang sudah menopause. Dengan pemeriksaan ini, perempuan bisa terhindar dari risiko osteoporosis di masa tua dan melakukan berbagai upaya untuk menjaga kepadatan tulang.
Berita Terkait
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?
-
376 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Setahun, Indonesia Masih Darurat KDRT
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?