- Farida Indriani dalam forum FFA 2026 menekankan bahwa perempuan terdampak kerusakan lingkungan tambang harus dilibatkan dalam kebijakan transisi energi.
- Pelibatan perempuan wajib dilakukan sejak tahap perencanaan agar kebutuhan masyarakat lokal terakomodasi dalam desain proyek energi bersih tersebut.
- Victoria Fanggidae mengingatkan transisi energi harus memastikan pembagian manfaat ekonomi dan sosial secara adil bagi masyarakat di kawasan tambang.
Suara.com - Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan pembangkit energi bersih atau penghentian penggunaan batu bara. Lebih dari itu, prosesnya juga perlu memastikan kelompok yang paling terdampak, termasuk perempuan dan masyarakat lokal, memiliki ruang untuk ikut menentukan arah kebijakan.
Presidium Nasional Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Farida Indriani, mengatakan perempuan yang tinggal di sekitar kawasan tambang batu bara maupun proyek mineral kritis selama ini kerap menjadi pihak yang paling merasakan dampak kerusakan lingkungan.
Mereka menghadapi berbagai persoalan, mulai dari pencemaran sumber air, gangguan kesehatan keluarga, hilangnya mata pencaharian, hingga meningkatnya beban kerja domestik ketika lingkungan mengalami degradasi.
Ironisnya, meski menjadi kelompok yang paling terdampak, perempuan masih minim dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
"Perempuan secara konsisten tidak berada di meja perundingan ketika keputusan tentang penghentian batu bara maupun proyek mineral kritis dibuat," kata Farida dalam General Assembly Fair Finance Asia (FFA) 2026 di Jakarta.
Menurut Farida, transisi energi yang benar-benar adil harus dimulai sejak tahap perencanaan proyek. Pelibatan perempuan tidak cukup dilakukan melalui konsultasi setelah proyek berjalan, tetapi perlu menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan sejak awal.
Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat—mulai dari akses air bersih, layanan kesehatan, perlindungan mata pencaharian, hingga mekanisme pembagian manfaat—dapat diakomodasi dalam desain proyek.
Ia juga menekankan pentingnya mengakui perempuan, termasuk perempuan dari masyarakat adat dan komunitas lokal, sebagai pemegang hak (rights holders) sekaligus pengambil keputusan. Karena itu, mekanisme konsultasi publik, pembagian manfaat, hingga penyelesaian pengaduan perlu dirancang agar responsif terhadap perspektif gender.
Pandangan serupa disampaikan Executive Director The PRAKARSA, Victoria Fanggidae. Menurutnya, Indonesia berada di posisi strategis dalam transisi energi Asia karena masih menjadi salah satu negara dengan ketergantungan tinggi terhadap batu bara, sekaligus produsen nikel terbesar di dunia yang menjadi bahan baku penting kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.
Baca Juga: Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti
Namun, Victoria mengingatkan bahwa meningkatnya permintaan mineral kritis tidak boleh mengulang pola eksploitasi yang selama ini terjadi pada industri batu bara.
"Jika masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tambang dan fasilitas pengolahan tidak diperlakukan sebagai mitra yang setara dan tidak memperoleh manfaat yang adil, maka kita hanya akan mengganti satu bentuk eksploitasi dengan bentuk ketimpangan yang lain," ujarnya.
Karena itu, menurut Victoria, pembagian manfaat kepada masyarakat harus menjadi prinsip utama dalam setiap proyek transisi energi. Ia menilai keberhasilan transisi tidak hanya diukur dari berkurangnya emisi karbon, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal, termasuk perempuan, memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara adil.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG
-
Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie
-
Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik
-
Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal
-
Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu
-
Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan
-
'Jangan Ada Dusta!', Pesan Menohok Jaksa KPK di Sidang Suap Bea Cukai Rp78 Miliar
-
Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan
-
Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali
-
Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan