- Perwakilan JKPPJ dan Rumah Solidaritas Papua menyoroti krisis kemanusiaan yang dialami pengungsi akibat konflik bersenjata di wilayah Papua.
- Para pengungsi perempuan dan anak-anak mengalami kesulitan akses layanan kesehatan mendasar seperti persalinan medis dan kebutuhan sanitasi menstruasi.
- Konflik bersenjata yang berkepanjangan di Papua juga menyebabkan terhentinya akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi karena situasi yang tidak menentu.
Suara.com - Perwakilan Jaringan Kerja kerja Perempuan Papua Jakarta (JKPPJ) Ferli Sobolim mengungkapkan masih ada bermacam persoalan yang dihadapi para pengungsi akibat konflik di Papua.
Ferli mengatakan, minimnya akses kesehatan menjadi persoalan utama yang dihadapi para perempuan dan anak-anak yang menjadi korban perseteruan antara aparat Indonesia dan TPN-PB di Papua.
Ia mencontohkan ada beberapa kasus perempuan hamil yang harus melahirkan di tengah hutan tanpa bantuan tenaga medis.
Selain itu, persoalan nihilnya akses pendidikan bagi pengungsi juga menjadi isu yang diangkat Ferli. Ia menyayangkan banyak anak-anak pengungsi yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
"Ketika terjadi pengungsian mengalami penurunan di pendidikan. Anak-anak terlantar tidak sekolah," kata Ferli saat Diskusi dan Nobar Film Sa Pu Nama Pengungsi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).
Senada dengan Ferli, Perwakilan Rumah Solidaritas Papua, Yokbeth Felle juga ikut menjabarkan persoalan yang dihadapi para pengungsian perempuan.
Ia mencontohkan persoalan perempuan yang harus mengungsi di masa menstruasi dengan minimnya akses kesehatan yang memadai.
Yokbeth juga melemparkan pertanyaan reflektif untuk membayangkan menjadi korban perempuan yang mesti melahirkan di tengah konflik. Hal itu, lanjut Yokbeth, harus dilalui perempuan pengungsi hanya untuk bertahan hidup di tengah makin memanasnya konflik bersenjata.
"Apa yang teman-teman di sini rasakan? tentu tidak tidak nyaman. Itu lah yang dirasakan teman-teman perempuan ketika mereka mengungsi. Tapi balik lagi, mereka perempuan berusaha untuk bertahan hidup," kata Yokbeth.
Baca Juga: Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
Oleh karena itu, berharap masyarakat dapat bersolidaritas kepada para korban. Tak hanya di Papua, namun juga di seluruh daerah konflik lainnya. (Reporter: Alif Bintang)
Berita Terkait
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Bia dan Kapak Batu: Potret Gagap Modernitas di Balik Adat Pedalaman Papua
-
Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua
-
Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura
-
Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya
-
Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain
-
Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar
-
Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat
-
Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya
-
Prabowo Ultimatum Koruptor: Sadar Diri, Hentikan, dan Kembalikan Uang Rakyat!
-
Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang
-
Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia
-
Akrab di GBK, Intip Gestur Hormat Jaksa Agung-Panglima TNI dan Kapolri Sambut Prabowo