Suara.com - Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi memiliki begitu banyak manfaat baik bagi ibu dan bayi.
Dan, salah satu manfaat yang dapat dirasakan oleh bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan adalah terhindar dari virus hepatitis C.
"ASI mampu menghancurkan selubung virus hepatitis C, virus paling jahat, yang menyebabkan kanker hati," kata Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Jane Soepardi dalam Puncak Peringatan Pekan ASI Sedunia 2015 di Jakarta, Senin (14/9/2015).
Oleh karena itulah, ia mengimbau agar para ibu tidak lalai dalam memberikan ASI pada bayinya. Imbauan ini disampaikannya mengingat hingga kini, kata Jane, masih ada ibu yang tidak sempat memberikan ASI dengan alasan bekerja.
"Data menunjukkan, cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada 2012 baru sekitar 42 persen," jelasnya. Angka ini, menurut Jane, masih di bawah harapan, yakni 80 persen.
Beranjak dari fakat tersebut, program ASI eksklusif di tempat kerja, tambah dia, merupakan terobosan yang diharapkan dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif nasional.
"Dalam hal ini peran berbagai pihak termasuk dunia industri mendukung pencapaian ASI eksklusif sangat penting," imbuh Jane.
Di samping itu, Kementerian Kesehatan melalui sejumlah peraturan, berkomitmen mendukung pemberian ASI eksklusif. Di antaranya UU Kesehatan No 39/2009 pasal 128, UU Ketenagakerjaan No 13/2009 pasal 83, Peraturan Pemerintah No.33/2012 tentang pemberian ASI eksklusif dan Peraturan Menteri Kesehatan No 15 Tahun 2013 tentang cara penyediaan fasilitas khusus menyusui dan memerah ASI.
Tag
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!