Suara.com - Tidur siang dalam durasi yang wajar diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan memori, membantu menurunkan tekanan darah hingga mencegah penyakit jantung.
Namun, bila Anda tidur siang terlalu lama justru bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Sebuah studi yang dipresentasikan dalam European Association for the Study of Diabetes, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa mereka yang terlalu lama tidur siang berisiko terkena diabetes tipe dua.
Temuan ini didapat setelah para peneliti Universitas Tokyo menganalisis 10 studi dari berbagai negara di dunia dengan melibatkan 261.365 partisipan.
Mereka menyimpulkan bahwa mengantuk berlebihan saat siang berhubungan dengan munculnya risiko diabetes tipe dua sebanyak 56 persen lebih tinggi.
Tak hanya itu, studi tersebut juga menemukan bahwa mereka yang tidur berlebihan pada siang hari, sejam atau bahkan lebih, berisiko terkena diabetes 46 persen lebih tinggi.
Lantas, berapa lama sebaiknya tidur siang agar terhindar dari risiko itu? Peneliti menyebut durasi tidur siang kurang dari sejam tak meningkatkan risiko ini. (WebMD)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026