Suara.com - Anda suka menyeruput pahitnya kopi hitam atau makanan serba pahit lainnya? Jika ya, kemungkinan besar Anda memiliki kepribadian gelap yang dikaitkan dengan hal-hal yang sadis atau bahkan antisosial.
Menurut peneliti sekaligus psikolog di University of Innsbruck di Austria, Christina Sagioglou, ketertarikan terhadap rasa pahit ternyata seringkali menunjukkan kepribadian anti sosial yang dimiliki seseorang.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti melibatkan 1000 orang partisipan yang berusia rata-rata 35 tahun. Mereka dianalisis dalam dua percobaan.
Pada percobaan pertama, 500 lelaki dan perempuan diberi daftar menu makanan yang memiliki rasa manis, asin, asam dan pahit dan diminta untuk menilai mana makanan yang paling disukai dan mana yang tidak.
Para peserta kemudian menyelesaikan empat kuesioner mengenai kepribadian mereka untuk mengukur tingkat agresivitas terhadap suatu kondisi.
Untuk percobaan kedua, peserta lalu diminta untuk menilai seberapa besar mereka setuju atau tidak setuju dengan pernyataan terkait kepribadian psikopat, narsisme, dan sadisme yang ditandai dengan fokus untuk kepentingan pribadi.
Para peserta juga diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan "lima besar" ciri-ciri kepribadian 'negatif' ini.
Berdasarkan kedua percobaan, para peneliti menyimpulkan preferensi responden terhadap rasa pahit terkait dengan ciri-ciri kepribadian yang negatif atau jahat.
"Preferensi rasa pahit muncul sebagai prediktor kuat untuk perilaku sadis, antisosial, psikopat, narsis dalam kehidupan sehari-hari," kata peneliti.
Untuk orang dengan ciri-ciri sadis, konsumsi makanan atau minuman pahit bagi mereka sensasinya sama seperti naik rollescoaster dimana mereka menikmati hal-hal yang disebabkan oleh rasa takut. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
-
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
-
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
-
Memahami Criminal Mind: Kerangka Kognitif di Balik Perilaku Antisosial
-
6 Jenis Luka Inner Child yang Memengaruhi Kepribadian dan Kehidupan Saat Dewasa
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?