Suara.com - Beragam jenis olahraga bisa dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, tapi tak semua olahraga bisa dilakukan semua orang.
Ada beberapa kondisi yang dianjurkan untuk tak sembarangan memilih jenis olahraga.
Menurut dr. Simon Salim, Sp.PD dari RSCM, olahraga yang aman dilakukan untuk berbagai kondisi adalah aerobik. Jenis olahraga ini, kata dia, memiliki beragam manfaat, seperti meningkatkan kadar insulin pada diabetesi, menurunkan tekanan darah, hingga menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
"Bagi diabetesi, kadar gula darahnya bisa turun. Bahkan efeknya lebih baik dibandingkan obat diabetes metformin. Penelitian menyebut yang olahraga, kadar gula darah bisa turun sampai 50 persen, tapi yang minum obat hanya 20 persen turunnya," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Lalu, apa alasannya aerobik memiliki beragam manfaat bagi kesehatan dan aman untuk penderita penyakit tertentu? Dokter Simon menjelaskan bahwa aerobik merupakan jenis olahraga yang melibatkan semua bagian tubuh sehingga efeknya pun dirasakan secara keseluruhan.
"Aerobik menggunakan otot besar seperti paha, kaki, lengan, atau seluruh bagian tubuh kita. Sehingga efeknya bagus untuk kolesterol, diabetes, dan penyakit lainnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien