Suara.com - Tentu Anda sudah mengetahui bahwa kebiasaan mengisap jempol dan minum susu lewat dot bisa mempengaruhi susunan gigi anak saat dewasa. Tapi tahukah Anda jika kebiasaan menganga atau mulut terbuka juga bisa menyebabkan gigi anak tonggos saat dewasa?
Ya, hal ini disampaikan drg Dwi Anie Lestari SpOrt, anggota Pengurus Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) Komda Jaya pada temu media beberapa waktu lalu.
Menurutnya, orangtua harus memperhatikan kebiasaan yang dilakukan anaknya. Jika memang kerap menganga saat menonton televisi atau bermain game, sebaiknya ditegur untuk menutup mulutnya.
"Makanya, ibu-ibu harus sering lihat anaknya. Suruh anaknya mingkem mulutnya karena kalau ini jadi kebiasaan, bisa menyebabkan gigi menjadi tonggos saat dewasa," ujar Dwi Anie.
Ia mengatakan kebiasaan menganga membuat anak bernapas melalui mulut. Secara tak sadar terjadi pertukaran udara yang mendorong gigi anak keluar.
"Nah, udara yang terjebak di dalam mulut akan mendorong gigi kedepan untuk bertukar dengan udara di luarnya. Lama kelamaan jika jadi kebiasaan akan memicu gigi anak menjadi maju ke depan," jelasnya.
Kebiasaan menganga juga kerap dilakukan anak ketika mengalami flu. Bernapas melalui mulut menjadi pilihan karena terhambatnya saluran napas melalui hidung.
"Oleh karena itu, flu harus segera diobati agar kebiasaan menganga tidak terlalu lama dilakukan anak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia