Suara.com - Sebuah studi baru mengklaim bahwa bayi sebenarnya sudah banyak belajar menanggapi lingkungan dan berkomunikasi dengan orang lain, jauh sebelum mereka belajar bahasa apapun untuk berbicara.
Bahkan, bayi dapat merespon lebih cepat sebelum mereka belajar berbicara. Setelah mulai berbicara, mereka menjadi sedikit lebih lambat untuk merespon, karena mereka memerlukan waktu untuk membangun sebuah kalimat dalam pikiran mereka sebelum berbicara.
Para ilmuwan mengatakan alasan di balik hal ini adalah karena adanya kesenjangan yang terbentuk antara mendengarkan dan berbicara. Bayi, kata ilmuwan akan mendengarkan apa yang ia dengar, kemudian dengan hati-hati akan membuat sebuah kata dalam pikiran mereka sebelum mereka meresponnya.
Banyak pengasuh mengklaim bahwa bayi yang bahkan tidak tahu bagaimana caranya berbicara, justru dapat merespon secepat orang dewasa ketika mereka diminta untuk melakukan sesuatu.
Secara bertahap, saat bayi mulai belajar bahasa dan berkomunikasi, reaksi mereka lebih melambat sedikit. Ini mungkin karena mereka sedang banyak belajar tentang banyak kata dan mereka juga mulai berpikir bagaimana mengekspresikan dan berkomunikasi dengan baik.
Apakah Anda tahu apa yang bayi katakan sebelum mereka berbicara? Ketika bayi berbicara dengan kata-kata tidak jelas ketika Anda mengatakan sesuatu, itu berarti mereka sedang merespon Anda, tetapi dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka berusaha untuk membuat beberapa suara untuk memberitahu Anda apa yang ingin mereka komunikasikan. Bahkan, penelitian ini juga mengartikan hal lain bagi orang tua.
Ini menekankan pentingnya menjaga suasana yang bersih dan sehat di rumah, karena bayi memahami dan mengamati segala sesuatu.
Mereka menyerap begitu banyak dari lingkungannya bahkan ketika mereka belum bisa bicara atau tidak tahu bahasa. Jadi, berbicara dalam bahasa yang buruk atau berkelahi di depan bayi Anda dapat berdampak pada perilaku mereka nanti. (Boldsky)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak