Suara.com - Layaknya kisah dongeng yang berubah menjadi nyata, seorang balita di Inggris memiliki hidung seperti pinokio. Namun hidungnya yang membesar ini bukan disebabkan oleh kebohongan yang dilakukannya.
Balita bernama Ollie Trezise mengalami kelainan sejak lahir yang disebut encephalocele.
Kondisi ini membuat otaknya tumbuh melalui lubang di tengkorak hidungnya. Sontak saja hal ini membuat balita berusia 22 bulan ini sulit bernapas.
Kejanggalan pada hidung Ollie sebenarnya sudah diketahui sejak kehamilan sang ibu berusia 20 minggu. Melalui pemeriksaan scan, dokter melihat adanya jaringan lunak yang tumbuh di hidung sang janin.
"Ketika mereka memberikan Ollie pada saya, saya sangat terkejut dan hampir tidak bisa berbicara," kata Amy yang melahirkan Ollie pada Februari 2014.
Seiring dengan perkembangan badan Ollie, benjolan di hidungnya juga ikut membesar. Hal ini cukup menyulitkan Ollie ketika bernapas. Dokter pun memutuskan untuk mengoperasi rongga hidung bocah kecil tersebut.
Akhirnya pada November 2014, Ollie yang kala itu berusia 10 bulan, menjalani operasi untuk memperbaiki kondisi hidungnya. Sayangnya operasi tersebut meninggalkan jaringan parut yang cukup besar di kepala Ollie.
"Dia tentu sangat kesakitan, tapi anehnya dia tetap tersenyum. Itu sangat menguatkan kami," imbuh Amy.
Meski memiliki anak dalam kondisi berbeda, namun Amy tetap menganggap buah hatinya itu sangat sempurna. Dia bahkan tidak peduli akan komentar kejam orang asing yang melihat kondisi anaknya.
"Dia adalah Pinokio dalam kehidupan nyata dan tidak ada alasan untuk tidak bangga kepadanya," kata Amy.
Kini kondisi Ollie sudah lebih baik. Namun dokter mengatakan bahwa operasi lanjutan diperlukan untuk menyempurnakan kondisi rongga hidung Ollie. Dokter mengatakan, kondisi Ollie sangat langka dan hanya dialami 1,7 persen di setiap 10.000 kelahiran di Inggris.
"'Kasus-kasus seperti Ollie ini sangat langka. Kami sangat senang operasi ini sukses dan mengharapkan yang terbaik untuk masa depannya," kata Martin Evans selaku pemimpin operasi di Rumah Sakit Anak Birmingham. (Daily Mail)
BACA JUGA:
Supir Angkot Hafal Copet, Penumpang Sering Diberi Kode
Maia Tolak Tawaran Mulan untuk Balikan dengan Dhani
Beda Perempuan Iran Sekarang dengan Sebelum Revolusi
Ini Surat Setya Novanto Berisi Pengunduran Diri dari Ketua DPR
Tag
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Soroti Vonis 9,5 Tahun Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Balita di Medan
-
Winter Festival JEYC Jadi Ruang Belajar Holistik bagi Tumbuh Kembang Anak
-
Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Tekan Stunting di Tamansari Bogor
-
Produksi Makanan Siap Santap, Solusi Pangan Bernutrisi saat Darurat Bencana
-
Bengisnya Ibu Tiri di Bandung: Sari Mulyani Tersangka, Autopsi Ungkap Siksaan Sadis pada Balita
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak