Suara.com - Anak-anak sekolah dengan ransel besar sudah jadi pemandangan biasa saat ini. Banyaknya buku yang harus dibawa setiap hari menjadi alasan beratnya tas ransel anak saat ini.
Padahal kebiasaan ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak.Dokter Mahdian Nur Nasution, SpBS mengatakan bahwa membawa tas ransel terlalu berat bisa membuat postur tubuh anak menjadi bungkuk. Bahkan tak sedikit kasus anak sekolah yang mengalami skoliosis belakangan ini.
"Ini sangat berbahaya karena berpengaruh untuk jangka panjang pertumbuhan anak. Apalagi pada anak yang kekuatan fisiknya lemah sehingga struktur tulang belakang bisa terganggu," ujarnnya pada temu media 'Pengobatan Nyeri Pinggang tanpa Operasi' di Klinik Nyeri Tulang Belakang Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Oleh karena itu Mahdian mengimbau agar orangtua memastikan buku yang dibawa anak sesuai dengan jadwal sehari-harinya. Pasalnya, tak sedikit anak yang malas menyesuaikan buku yang dibawa dengan jadwal pelajaran sehingga memilih untuk membawa semuanya.
"Jadi jangan bawa buku terlalu berat. Orangtua juga harus memastikan bahwa ukuran dan bahan tasnya nyaman untuk anak. Kalau perlu pilih tas yang ada rodanya," imbuhnya.
Mahdian juga menyarankan agar anak-anak dibiasakan untuk olahraga berenang sejak kecil. Menurutnya olahraga berenang bisa memperkuat otot tulang belakang sehingga menurunkan risiko akibat beban muatan yang berlebihan.
"Orang yang menyukai olahraga ini kalau diraba ototnya sangat kuat sekali. Maka wajar jika mereka jarang mengeluh sakit pinggang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS